Wantaranews.com – Mamuju
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju memperkuat sinergi dengan Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) dalam mendorong pembangunan sektor kelautan dan perikanan berbasis riset ilmiah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKP Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, menerima langsung tim peneliti dan akademisi Unimaju yang dipimpin Dr. Furkan di Kantor DKP Mamuju.
Pertemuan tersebut membahas rancangan kerja sama antara pemerintah daerah dan dunia akademik, khususnya dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan Unimaju melalui Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSDP) dan Teknologi Hasil Perikanan (THP).
Muhammad Yusuf mengatakan, pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Mamuju tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola-pola tradisional. Menurutnya, kebijakan ke depan harus didukung data dan hasil penelitian agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Sudah saatnya potensi ini kita dorong lewat kolaborasi. Kita dukung peningkatan kesejahteraan nelayan melalui pembinaan dan inovasi teknologi dari kampus,” ujar Yusuf.
Ia menilai Kabupaten Mamuju memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Namun, potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pengelolaan sumber daya, keterbatasan adopsi teknologi, hingga rendahnya nilai tambah produk perikanan di tingkat nelayan.
Karena itu, kata Yusuf, pembangunan sektor perikanan tidak cukup hanya mengejar peningkatan volume produksi. Aspek kualitas, peningkatan nilai ekonomi hasil perikanan, serta keberlanjutan ekosistem pesisir juga harus menjadi perhatian.
“Ke depan bukan hanya bagaimana produksi meningkat, tetapi bagaimana kualitasnya terjaga, nilai ekonominya bertambah, dan ekosistem pesisir tetap lestari,” jelasnya.
Sinergi tersebut dituangkan dalam rancangan Nota Kesepakatan tentang Sinergi Akademik dan Kebijakan dalam Rangka Akselerasi Kemandirian Sektor Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju.
Kerja sama yang dirancang berlangsung selama lima tahun itu mencakup sejumlah agenda strategis, di antaranya pemetaan potensi perairan, riset teknologi budidaya ramah lingkungan, digitalisasi data perikanan, penguatan sistem rantai dingin (cold chain), serta pendampingan masyarakat pesisir dan kelompok nelayan.
Selain itu, kolaborasi tersebut membuka ruang bagi mahasiswa Unimaju untuk terlibat langsung melalui program magang dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama juga mencakup pelatihan pengolahan hasil perikanan serta penyusunan rekomendasi kebijakan daerah yang diharapkan dapat mendukung perencanaan pembangunan Kabupaten Mamuju dan terintegrasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Dari sisi akademik, Unimaju diharapkan dapat berperan dalam menghasilkan riset terapan dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir. Sementara pemerintah daerah dapat menerjemahkan hasil kajian tersebut menjadi program dan kebijakan yang dapat diterapkan di lapangan.
Muhammad Yusuf menegaskan, kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, terutama nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Dengan sinergi tersebut, sektor kelautan dan perikanan Mamuju diharapkan mampu berkembang menjadi lebih modern, produktif, bernilai tambah, sekaligus tetap menjaga keberlanjutan sumber daya laut dan pesisir.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah yang selaras dengan visi “Mamuju KEREN”. (ty)

