Wantaranews – Kota Bekasi, Rencana penerapan tarif pada layanan Bus Trans Bekasi Keren (Beken) mendapat perhatian dari DPRD Kota Bekasi. Setelah masa uji coba gratis berakhir, layanan transportasi massal tersebut direncanakan mulai berbayar pada awal Maret mendatang.
Menanggapi rencana tersebut, Komisi II DPRD Kota Bekasi mengingatkan Dinas Perhubungan (Dishub) agar menyiapkan strategi yang matang. Hal ini penting agar penerapan tarif tidak menyebabkan penurunan jumlah penumpang yang pada akhirnya justru memperbesar beban subsidi pemerintah daerah.
Berdasarkan kajian dari Dishub Kota Bekasi, tarif yang direncanakan sekitar Rp4.500 per penumpang diperkirakan dapat mempengaruhi jumlah pengguna layanan transportasi tersebut. Penurunan penumpang bahkan diprediksi mencapai sekitar 15 persen setelah kebijakan tarif diberlakukan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menyampaikan bahwa selama masa uji coba gratis, layanan Bus Beken menunjukkan tren yang cukup positif dengan jumlah penumpang yang terus meningkat. Dalam satu pekan saja, layanan tersebut mampu melayani hingga 4.968 penumpang.
Meski demikian, DPRD mengingatkan bahwa antusiasme masyarakat tersebut berpotensi menurun ketika layanan mulai dikenakan tarif. Oleh karena itu, Dishub diminta menyiapkan kebijakan yang tepat agar layanan transportasi massal tersebut tetap diminati masyarakat.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Bekasi juga berencana mengusulkan tambahan subsidi operasional untuk layanan Bus Beken dan Biskita Trans Patriot melalui APBD Perubahan 2026. Nilai subsidi yang diusulkan diperkirakan mencapai sekitar Rp12,6 miliar.
DPRD berharap pemerintah daerah dapat menghitung secara cermat dampak kebijakan tarif terhadap minat masyarakat menggunakan transportasi umum. Dengan perencanaan yang tepat, layanan Bus Beken diharapkan tetap menjadi alternatif transportasi massal yang efektif sekaligus tidak membebani keuangan daerah.(ADV)


