Wantaranews.com, Mamuju – Pasca insiden kerusuhan yang dipicu perkelahian antar pelajar SMA di Tappalang, Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) bergerak cepat untuk meredam situasi dan menjaga kondusivitas wilayah. Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, langsung memerintahkan seluruh jajaran untuk meningkatkan pengamanan di kawasan tersebut.
Kapolda juga mengimbau masyarakat Tappalang agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi, terutama oleh informasi yang tidak jelas kebenarannya di media sosial.
“Kami mengimbau seluruh warga Tappalang untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas. Percayakan penanganan kasus ini kepada kami. Insya Allah, kami akan menanganinya secara profesional, transparan, dan sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kapolda.
Irjen Pol Adi Deriyan juga menekankan komitmennya untuk menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat dalam kerusuhan. Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan fondasi penting bagi kemajuan daerah serta masa depan generasi muda.
Lebih lanjut, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat—tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda—untuk bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan. Ia mengapresiasi masyarakat yang sudah berperan membantu menciptakan suasana kondusif.
“Kami akan terus melakukan langkah preventif dan persuasif, seperti patroli rutin, dialog dengan warga, serta kegiatan sosial, untuk mencegah keributan lanjutan. Dengan kerjasama yang baik antara Polri dan masyarakat, kami yakin Tappalang dapat segera pulih dan kembali aman, nyaman, dan damai,” ujarnya.
Sebagai bagian dari keterbukaan informasi, Polda Sulbar juga membuka saluran komunikasi bagi warga yang memiliki informasi terkait kasus kerusuhan tersebut. Masyarakat dapat melaporkannya ke kantor polisi terdekat atau melalui hotline 110.

