DPRD Kota Bekasi Gagas Kampung Batik, Gandeng Kombas Perkuat Edukasi Budaya

Advetorial

Wantaranews – Kota Bekasi, DPRD Kota Bekasi menggagas pembentukan Kampung Batik sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Kota Bekasi. Gagasan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, saat menerima audiensi pengurus Komunitas Batik Bekasi (Kombas).

Menurut Sardi, Kampung Batik yang direncanakan tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi batik, tetapi juga menjadi kawasan edukasi budaya bagi masyarakat dan generasi muda. Di dalamnya akan terintegrasi berbagai kegiatan seperti pelatihan membatik, pengenalan sejarah batik Bekasi, hingga ruang literasi budaya.

Ia menilai kehadiran kampung batik sangat penting untuk menjaga identitas budaya Kota Bekasi di tengah perkembangan kota yang semakin modern. Selain itu, kawasan tersebut juga diharapkan dapat menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik bagi masyarakat.

Sardi juga menekankan pentingnya pendokumentasian sejarah batik Bekasi secara lebih komprehensif. Menurutnya, perjalanan batik khas Bekasi perlu dibukukan agar dapat menjadi referensi budaya sekaligus menjaga warisan lokal agar tidak tergerus zaman.

Sebagai langkah awal, DPRD mengajak Komunitas Batik Bekasi untuk ikut berpartisipasi dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Bekasi pada 10 Maret mendatang. Kegiatan tersebut rencananya akan diisi dengan berbagai agenda seperti pelatihan membatik, demo mencanting, pameran batik, hingga fashion show batik Bekasi.

Sementara itu, Ketua Kombas Barito Hakim Putra menyambut baik gagasan tersebut. Ia menyatakan pihaknya siap bersinergi dengan DPRD untuk merealisasikan pembentukan Kampung Batik sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus pengembangan industri kreatif berbasis batik di Kota Bekasi.

Barito menjelaskan bahwa sejak berdiri pada tahun 2010, Komunitas Batik Bekasi aktif memperkenalkan motif batik khas daerah melalui berbagai kegiatan seperti workshop, pameran, hingga promosi di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan adanya rencana pembangunan Kampung Batik tersebut, diharapkan Kota Bekasi dapat memiliki pusat budaya yang tidak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga menjadi magnet baru bagi pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *