Wantaranews.com – Madina
Sebagai bentuk respons cepat atas keluhan masyarakat, Kepala Kadis Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Taufik Zulhendra Ritonga,SP.MM Komandoi langsung aksi penanggulangan hama tikus di areal persawahan Desa Sihepeng Raya Kecamatan Siabu, pada Jumat (31/07/2026).
Langkah taktis ini diambil setelah Dinas Pertanian menerima laporan dari para petani melalui Kepala desa Sihepeng Raya yang terdiri dari 6 desa dan Kepala desa Sibaruang yang areal persawahannya satu hamparan dengan desa Sihepeng, terkait laporan itu adalah mengenai serangan hama Tikus yang telah mengancam sekitar 400 hektar lahan persawahan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal, Taufik Zulhendra Ritonga.Camat Siabu (Ahmad Fadhlan Lubis, S.Sos., M.M.), Koordinator Pengamat Hama Pertanian (PHP) Alfisyahrin.Sp,Kepala UPT Pertanian Kecamatan Siabu Kholidah Pulungan, S.P.,Kabid Tanaman Pangan Juli Hidayah, S.P., M.M., Petugas Penyuluh Pertanian (PPL), Babinsa Koramil 12/Siabu, seluruh Kepala Desa Se-Sihepeng Raya dan kepala desa Sibaruang serta Kelompok Tani.
Aksi gerak cepat pengendalian dan pemberantasan hama tikus menggunakan obat-obatan khusus serta metode pengumpanan secara massal.
sejalan dengan laporan para petani Sihepeng Raya Kadistan Madina tidak tinggal diam gerak cepat menindak lanjutilaporan itu ,dua hari masuknya laporan itu pada Jumat, 31 Juli 2026 terus langsung kelo kasi lahan petani bersama jajaran Distan Madina melakukan upaya mengatasi serangan hama Tikus tersebut.
Areal persawahan Sihepeng Raya yang meliputi Desa Sihepeng I, Sihepeng II, Sihepeng III, Sihepeng IV, dan Sihepeng V, Sihepeng Induk,dan Saling baruang
Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal.
Dilakukannya penyerangan hama tikus itu untuk merespons aduan petani, mencegah penyebaran hama yang lebih luas, meminimalisir kerugian gagal panen akibat serangan hama tikus yang merusak lahan seluas 400 hektar, serta meringankan beban ekonomi petani yang terdampak.
Kegiatan penyaranganhama tikus ituTurun langsung ke lapangan bersama unsur Forkopimcam dan TNi Melakukan aksi pengobatan dan pengumpanan hama tikus menggunakan stok obat yang tersedia pada petugas Pengamat Hama Pertanian (PHP).
Kadistan Madina Taupik
Merancang jadwal lanjutan berupa perburuan hama tikus secara berkala setelah musim tanam atau panen nantinya,
Lanjut Kadistan akan berupaya Memberikan bantuan benih baru kepada para petani yang mengalami kerugian akibat gagal panen yang diperkirakan kerugian mencapai 15 hingga 20 karung per hektar,kata dia
Masih Kadis dia mengatakan serangan yang dilakukan pada hari ini mudah-mudahan bisa menjadi hambatan untuk serangan tikus selanjutnya, ujar Taufiq Zulhendra Ritonga di sela-sela kegiatan penanggulangan.
Terkait langkah mitigasi kerugian petani, Kadis Pertanian Madina menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memutus rantai serangan hama melalui pengobatan. Setelah itu, pemerintah akan memikirkan langkah strategis berikutnya.
”Memang kita lihat kerugian masyarakat mencapai 15 sampai 20 karung per hektar, dan kita akan melakukan pemberian benih kepada petani yang terdampak,” tambahnya.
Melakukan pengumpanan dan pemberian obat pengendali hama tikus secara serentak di seluruh titik sawah yang terdampak di Sihepeng Raya.
Menjadwalkan perburuan hama tikus secara massal yang akan dilaksanakan setelah musim tanam atau pada masa panen mendatang.Penyaluran bantuan benih padi bagi petani yang mengalami gagal panen guna memastikan keberlanjutan musim tanam berikutnya. @ H.H

