Tri Adhianto Perkuat Budaya Disiplin ASN, Integritas Jadi Kunci Pelayanan Publik

Advetorial

Wantaranews.com – KOTA BEKASI

Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat reformasi birokrasi melalui pembangunan budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berintegritas. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat memimpin sosialisasi dan penguatan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui implementasi Sistem Informasi BEETRI di Aula Nonon Sonthanie BKPSDM Kota Bekasi, Rabu (29/7/2026).

Melalui penerapan sistem tersebut, Pemerintah Kota Bekasi tidak hanya membangun sistem administrasi kepegawaian yang lebih modern, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa disiplin merupakan tanggung jawab moral setiap aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Tri Adhianto menegaskan bahwa disiplin ASN tidak dapat diukur hanya dari tingkat kehadiran atau absensi semata. Menurutnya, absensi hanyalah instrumen administrasi, sedangkan nilai utama yang harus dibangun adalah integritas, tanggung jawab, dan komitmen terhadap amanah sebagai pelayan publik.

“Disiplin tidak cukup hanya diukur dari absensi. Absensi hanyalah sebuah sistem. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana disiplin itu tertanam dalam diri setiap ASN sebagai bentuk tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan,” ujar Tri Adhianto.

Ia menambahkan bahwa kehadiran dalam apel merupakan kewajiban dasar setiap ASN sebagai wujud komitmen terhadap organisasi. Dari kedisiplinan yang sederhana tersebut akan terbentuk budaya kerja yang profesional dan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Apel adalah kewajiban dasar ASN. Jangan sampai kita berbicara mengenai output pekerjaan, sementara kewajiban paling mendasar saja masih diabaikan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengingatkan masih adanya pelanggaran disiplin, khususnya di kalangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia menegaskan bahwa mekanisme penegakan disiplin telah diatur secara jelas dalam ketentuan yang berlaku, mulai dari sanksi administratif hingga pemberhentian apabila pelanggaran dilakukan secara berulang.

Namun demikian, Tri menekankan bahwa tujuan utama penegakan disiplin bukanlah memberikan hukuman, melainkan membangun budaya kerja yang bertanggung jawab, jujur, dan konsisten dalam menjalankan tugas.

Selain itu, ia meminta seluruh pejabat struktural memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap bawahannya. Menurutnya, kepemimpinan bukan hanya diukur dari keberhasilan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga dari kemampuan membangun tim yang disiplin, profesional, dan berkinerja tinggi.

“Saudara-saudara sudah disumpah ketika menjadi pejabat. Amanah itu bukan hanya menjalankan pekerjaan, tetapi juga memastikan seluruh staf bekerja sesuai aturan. Jangan sampai tidak ada pengawasan,” katanya.

Tri juga mengingatkan bahwa setiap ASN, termasuk PPPK, telah memiliki tugas pokok dan fungsi yang jelas berdasarkan analisis jabatan. Karena itu, setiap aparatur dituntut bekerja secara maksimal sesuai tanggung jawab yang telah diberikan.

Menutup arahannya, Wali Kota Bekasi mengajak seluruh ASN menjadikan disiplin sebagai budaya organisasi yang lahir dari kesadaran, bukan sekadar karena pengawasan. Ia menegaskan bahwa kejujuran, integritas, dan profesionalisme merupakan fondasi utama dalam membangun birokrasi yang dipercaya masyarakat.

“Disiplin jangan dimanipulasi dan jangan ditutupi. Yang kita bangun adalah kesadaran. Ketika kesadaran itu tumbuh, disiplin akan menjadi budaya kerja yang memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Melalui implementasi Sistem Informasi BEETRI dan penguatan budaya disiplin, Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong terwujudnya birokrasi yang modern, adaptif, transparan, dan akuntabel. Dengan aparatur yang berintegritas serta berorientasi pada pelayanan, kualitas tata kelola pemerintahan diharapkan semakin meningkat demi menghadirkan pelayanan publik yang cepat, profesional, dan responsif bagi seluruh masyarakat Kota Bekasi.(Advertorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *