MUSI RAWAS wantaranews.com – Insiden Penyerangan Binatang Buas menimpa seorang petani di Desa Air Beliti, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas.
Korban bernama Yatana (58), menjadi sasaran serangan seekor beruang liar saat sedang beraktivitas di perkebunan karet pada Rabu (24/6/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Peristiwa bermula ketika korban sedang menyadap dan menyemprot rumput di kebun karet milik kerabatnya, Siskemat, yang berlokasi di kawasan Sungai Besok, Desa Air Beliti. Tanpa diduga, seekor beruang liar muncul dari arah semak belukar dan langsung menyerang korban secara agresif.
Akibat serangan mendadak tersebut, korban mengalami 12 luka cakaran serius di bagian paha kanan dan punggung sebelah kanan, termasuk sebuah luka robek yang cukup dalam pada bagian punggung. Dalam kondisi terluka dan tergeletak di tanah, korban sempat berteriak meminta pertolongan. Beruntung, teriakan tersebut didengar oleh seorang warga bernama Rudi Nur Hidayat yang langsung bergegas menyelamatkan korban dan mengevakuasinya ke Puskesmas Air Beliti untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Merespons kejadian tersebut, jajaran Polsek Muara Kelingi yang dipimpin oleh Kapolsek Iptu M. Nur Hendra, S.H., M.H., bergerak cepat melakukan pengecekan kondisi korban, mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) dari saksi-saksi di lapangan, serta berkoordinasi dengan pihak Puskesmas dan Pemerintah Desa Air Beliti. Saat ini, korban telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan di rumahnya setelah mendapatkan tindakan medis berupa jahitan pada luka robeknya.
Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam serta memberikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat:
“Kami menyampaikan rasa prihatin yang sangat mendalam atas musibah yang menimpa Saudara Yatana. Saat ini fokus utama kita adalah memastikan korban mendapatkan perawatan medis yang optimal hingga pulih.”
“Terkait adanya aktivitas satwa liar ini, kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh warga, khususnya para petani dan pekebun di wilayah Tuah Negeri dan sekitarnya, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di ladang. Sebisa mungkin hindari beraktivitas sendirian di area yang dekat dengan habitat hutan.”
“Jika masyarakat melihat atau mengetahui adanya pergerakan satwa liar yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat, aparat desa, atau pihak BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) agar dapat segera diambil tindakan pengamanan yang tepat demi keselamatan bersama.”(red)

