Sekda Kaur Kunjungan Kerja ke Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Advetorial Pemerintahan

Wantaranews.com – Kaur.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kaur, Dr. Nasrur Rahman, S.Hut., M.Si., melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dan diterima langsung oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb. Haeru Rahayu, A.Pi., M.Sc.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kaur menyampaikan bahwa potensi lobster di Kabupaten Kaur dinilai sangat besar, baik dari sisi Benih Bening Lobster (BBL) maupun lobster ukuran konsumsi. Hal ini didukung oleh kondisi perairan laut yang memiliki sumber daya yang menjanjikan.

“Potensi sumber daya BBL di Kabupaten Kaur mencapai sekitar 11,89 juta ekor per tahun. Dengan dukungan regulasi dan pengelolaan yang baik, sektor ini dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Nasrur Rahman.

Ia menambahkan, budidaya lobster laut merupakan salah satu peluang strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Kaur. Dengan dukungan dari pemerintah pusat, pihaknya optimistis potensi tersebut dapat dikembangkan secara maksimal.

Selain itu, Sekda Kaur juga menekankan pentingnya pendampingan teknis serta pelatihan bagi para pembudidaya lokal agar mampu menerapkan praktik budidaya yang baik dan ramah lingkungan. Hal ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut sekaligus meningkatkan hasil produksi.

Lebih lanjut disampaikan, di Kabupaten Kaur terdapat sekitar 700 nelayan yang telah mengantongi izin penangkapan BBL, sehingga aktivitas penangkapan menjadi lebih tertib dan terkontrol. Jenis BBL yang dapat dibudidayakan antara lain lobster mutiara dan pasir yang sesuai dengan kebutuhan ekspor.

“Nilai ekonomi lobster jenis mutiara dan pasir cukup tinggi. Penjualan BBL oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan koperasi nelayan dapat mencapai 30.000 hingga 50.000 ekor dalam satu kali transaksi. Ini tentu menjadi peluang besar bagi daerah,” jelasnya.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kaur tidak hanya mendorong penangkapan, tetapi juga pengembangan budidaya pembesaran lobster agar nilai tambahnya dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.

“Kami ingin ke depan Kaur tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil benih, tetapi juga sebagai sentra budidaya pembesaran lobster nasional bahkan ekspor,” tegas Sekda.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb. Haeru Rahayu, A.Pi., M.Sc., menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung Kabupaten Kaur melalui berbagai program pembinaan, bantuan sarana dan prasarana, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *