Wantaranews – Kota Bekasi, Proyek revitalisasi pasar tradisional di Kota Bekasi kembali menjadi sorotan DPRD Kota Bekasi. Salah satu yang mendapat perhatian serius adalah pembangunan Pasar Kranji yang hingga kini dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menegaskan pihaknya tidak akan ragu mendorong pemerintah daerah untuk melakukan tender ulang apabila pengelola proyek tidak mampu memenuhi target pengerjaan sesuai kesepakatan.
Menurutnya, langkah tersebut sudah diantisipasi melalui klausul dalam adendum Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mengatur evaluasi terhadap pelaksana proyek revitalisasi pasar. Jika progres pembangunan tidak berjalan sesuai persentase yang telah ditentukan, maka pemerintah daerah harus segera mengambil langkah tegas.
Ia menjelaskan bahwa apabila pihak pengelola proyek tidak mampu melanjutkan pembangunan sesuai perjanjian, maka proyek revitalisasi tersebut dapat dialihkan kepada pihak lain melalui proses tender ulang.
Latu juga menyoroti lambannya perkembangan revitalisasi pasar tradisional di Kota Bekasi. Ia menyebut dari berbagai rencana pembangunan yang digulirkan selama beberapa tahun terakhir, baru Pasar Jatiasih yang berhasil selesai dan beroperasi.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kepastian penyelesaian proyek revitalisasi pasar lainnya, termasuk Pasar Kranji dan Pasar Bantargebang yang hingga kini belum menunjukkan kejelasan.
Ia menilai pemerintah daerah harus memiliki target yang jelas terkait penyelesaian revitalisasi pasar tersebut agar para pedagang tidak terus berada dalam ketidakpastian. Saat ini banyak pedagang yang masih harus berjualan di tempat penampungan sementara.
Komisi II DPRD Kota Bekasi juga memastikan akan terus memantau perkembangan proyek tersebut di lapangan selama masa kesepakatan dalam adendum perjanjian kerja sama masih berlaku.
Menurut DPRD, revitalisasi pasar tradisional sangat penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya dari kegiatan perdagangan di pasar.
DPRD berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret agar proyek revitalisasi Pasar Kranji dapat kembali berjalan dan memberikan kepastian bagi para pedagang yang menunggu selesainya pembangunan pasar tersebut.(ADV)
