wantaranews.com-.com MUSI RAWAS-Respons cepat ditunjukkan jajaran Polsek BTS Ulu Polres Musi Rawas setelah menerima laporan kebakaran rumah warga di Dusun Jene, Desa Pelawe, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sabtu (3/10/2026) malam.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 22.56 WIB. Mendapat informasi dari masyarakat, personel piket Polsek BTS Ulu yang dipimpin KSPK, Aiptu Dandi bersama Bhabinkamtibmas Briptu, Lazuardi langsung bergerak menuju lokasi kejadian yang berada di belakang Stasiun PT Seleraya Merangin Dua (SRMD).
Setibanya di lokasi, petugas mendapati satu unit rumah kayu milik warga masih dilalap api. Puing-puing bangunan terlihat masih menyala dan mengeluarkan asap.
Tanpa menunggu lama, personel Polsek BTS Ulu langsung melakukan pengamanan di sekitar lokasi, membantu warga memadamkan sisa api dengan peralatan seadanya, sekaligus memberikan dukungan dan menenangkan keluarga korban.
Berdasarkan keterangan korban, Wiranto bin Arifai (Alm), 25 tahun, seorang wiraswasta yang berdomisili di Dusun IV Simpang IV Jene, Desa Pelawe, Kecamatan BTS Ulu, sebelum kejadian dirinya sempat menyalakan kompor gas untuk memasak air dan mi instan.
Setelah menyalakan kompor, korban kemudian keluar menuju warung untuk membeli mi instan. Namun, saat hendak kembali ke rumah, korban terhalang hujan deras. Ketika akhirnya tiba di rumah, kondisi bangunan sudah rata dengan tanah dan api telah padam setelah diguyur hujan.
Tidak berhenti pada penanganan di lokasi kejadian, kepedulian jajaran Polsek BTS Ulu kembali ditunjukkan pada keesokan harinya.
Sebagai bentuk belasungkawa sekaligus kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah, Kapolsek BTS Ulu, AKP Fauzan Aziman, SH menginstruksikan personelnya untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial kepada korban kebakaran.
Pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, personel Polsek BTS Ulu kembali mendatangi Dusun Jene, Desa Pelawe. Kali ini bukan hanya untuk memastikan kondisi pasca kebakaran, tetapi juga membawa bantuan sosial berupa kebutuhan pokok sehari-hari, di antaranya beras, telur ayam, gula, kopi, mi instan, serta sejumlah uang.
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada korban sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Suasana semakin menyentuh ketika setelah penyerahan bantuan, personel Polsek BTS Ulu bersama warga turut bergotong royong membantu membangun kembali rumah korban yang terbakar.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat tersebut menjadi gambaran nyata bahwa tugas Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan kepedulian ketika warga membutuhkan bantuan.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., C. P. H. R, melalui, Kapolsek BTS Ulu, AKP Fauzan Aziman, SH mengatakan, pihaknya berupaya hadir secepat mungkin ketika menerima laporan masyarakat, termasuk saat terjadi kebakaran pada malam hari.
“Kami hadir cepat saat menerima laporan kebakaran pada pukul 22.56 WIB tanggal 3 Oktober 2026 di Dusun Jene, Desa Pelawe. Keesokan harinya kami kembali hadir melalui kegiatan bakti sosial sebagai bentuk belasungkawa. Semoga bantuan sembako dari Polsek BTS Ulu Polres Musi Rawas ini dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban dan keluarga. Kami juga mendoakan agar korban diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” kata AKP Fauzan Aziman, SH.
Kapolsek menjelaskan, gotong royong bersama warga juga menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan moril kepada korban agar dapat kembali bangkit setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari respons cepat personel ke lokasi kebakaran, pengamanan TKP, bantuan pemadaman, penyaluran bantuan sosial hingga gotong royong membangun kembali rumah korban, berlangsung aman, lancar, tertib dan penuh suasana kekeluargaan.
“Kehadiran jajaran Polsek BTS Ulu, tersebut sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk selalu berada di tengah masyarakat, baik dalam menjaga Kamtibmas maupun saat warga menghadapi musibah. Polisi bersama masyarakat. Melindungi, mengayomi dan melayani,” akhirnya.(Leo m)

