Wantaranews.com – Indramayu
Penyiapan 14 Ribu Hektare Lahan Strategis
Kabupaten Indramayu kini tengah bersiap melakukan transformasi ekonomi besar-besaran. Selain wilayah Losarang dan Sukra yang sudah dikenal, Pemerintah Kabupaten Indramayu telah memetakan total 6 Kawasan Peruntukan Industri (KPI) dengan luas lahan mencapai 14.000 hektare. Langkah strategis ini diambil untuk menyambut para investor sekaligus mendukung percepatan program strategis nasional di Jawa Barat.
Enam Titik Pusat Pertumbuhan Baru
Kepala DPMPTSP Kabupaten Indramayu, RM Wahyu Adhiwijaya, mengungkapkan bahwa penetapan lokasi ini telah melalui kajian matang agar tidak mengganggu ketahanan pangan. Lahan yang disiapkan dipastikan bukan merupakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), keenam kawasan tersebut meliputi:
1. Kawasan Losarang
2. Kawasan Sukra dan Patrol
3. Kawasan Gantar dan Kandanghaur
4. Kawasan Balongan dan Juntinyuat
5. Kawasan Krangkeng
6. Kawasan Tukdana
Daya Tarik Kawasan Sukra
Kecamatan Sukra menjadi salah satu wilayah yang paling diincar oleh investor karena lokasinya yang sangat strategis. Dari total luas lahan di Sukra, masih terdapat peluang sebesar 72% atau sekitar 1.500 hektare yang siap digarap. Keunggulan kawasan ini antara lain:
• Kedekatan dengan Pelabuhan Patimban di Subang yang memudahkan jalur logistik internasional.
• Akses langsung ke Jalur Pantura yang memperlancar distribusi darat.
• Dukungan infrastruktur energi, seperti keberadaan PLTU Sumuradem.
Komitmen Kemudahan Berinvestasi
Untuk mendukung iklim investasi, Pemkab Indramayu kini mempermudah proses perizinan dengan berkoordinasi langsung ke pemerintah pusat dan provinsi. Sesuai dengan PP No. 28 Tahun 2025 dan UU Cipta Kerja, sistem perizinan kini lebih terintegrasi dan tersentralisasi.
Bagian dari Metropolitan Rebana
Pengembangan KPI di Indramayu bukan sekadar proyek lokal, melainkan pilar pendukung bagi program Rebana yang didorong oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi. Fokus utama industri yang diarahkan ke wilayah ini adalah sektor manufaktur dan industri pengolahan, yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja luas bagi masyarakat lokal. Indramayu kini benar-benar siap menerima investor. Kami terus melakukan percepatan agar kawasan industri ini menjadi motor penggerak ekonomi baru dijawa barat.


