Wantaranews.com – Mamuju
Kondisi bangunan SDN Salumoni kian memprihatinkan, terutama saat musim penghujan tiba. Sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat ini mengalami kerusakan parah pada bagian atap, menyebabkan air hujan dengan mudah masuk ke dalam ruang kelas.
Setiap kali hujan turun, proses belajar mengajar terganggu. Air menetes dari berbagai titik atap yang bocor, bahkan dalam kondisi hujan deras, beberapa ruang kelas tergenang air. Siswa terpaksa memindahkan meja dan kursi ke sudut ruangan yang masih relatif kering, sementara sebagian lainnya harus belajar dalam kondisi yang tidak nyaman.
“Kalau hujan deras, kami tidak bisa belajar dengan tenang. Buku-buku juga sering basah,” ungkap salah satu siswa.
Para guru juga menghadapi kesulitan dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Selain harus menjaga keselamatan siswa dari potensi bahaya bangunan, mereka juga harus mencari cara agar pembelajaran tetap berlangsung di tengah kondisi yang serba terbatas.
Kepala sekolah menyampaikan bahwa kerusakan ini sudah terjadi cukup lama dan semakin parah dalam beberapa tahun terakhir. Namun hingga kini, belum ada perbaikan signifikan yang dilakukan.
“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah. Kondisi ini sudah tidak layak untuk kegiatan belajar,” ujarnya.
Selain atap bocor, beberapa bagian bangunan juga mulai rapuh, seperti plafon yang hampir runtuh dan dinding yang retak. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Masyarakat setempat berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan renovasi atau pembangunan ulang gedung sekolah. Mereka menilai pendidikan anak-anak di daerah tersebut tidak boleh terhambat hanya karena fasilitas yang tidak memadai.
Dengan kondisi seperti ini, keberlangsungan pendidikan di SDN Salumoni menjadi taruhan. Perhatian dan tindakan cepat dari pihak terkait sangat dibutuhkan agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman. @ TY

