Torehkan Sejarah, Harumkan Nama Sulbar di Tingkat Nasional
Wantaranews.com – Mamuju
Pemerintah Desa Bonda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, berhasil mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih predikat tertinggi sebagai Desa Anubhawa Sasana Jagadditha dalam ajang bergengsi Peacemaker Justice Award (PJA) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Penghargaan ini merupakan pengakuan resmi dari pemerintah pusat atas keberhasilan Desa Bonda tidak hanya dalam memfasilitasi akses keadilan melalui penyelesaian sengketa non-litigasi (perdamaian) tetapi juga atas dedikasinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, investasi, dan pariwisata yang berlandaskan pada kesadaran hukum.
Puncak penghargaan ditandai dengan penyerahan berbagai simbol kehormatan yang diterima langsung oleh Kepala Desa Bonda, Abdul Wahab, di Graha Pengayoman, Jakarta.
Predikat Anubhawa Sasana Jagadditha secara harfiah mencerminkan desa yang menjadi tempat perlindungan atau kediaman bagi kemakmuran dunia, yang dalam konteks PJA, diberikan kepada desa yang dinilai sukses Mewujudkan Keadilan Restoratif dan Mendorong Pertumbuhan Lokal.
Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa peningkatan kemampuan Kepala Desa/Lurah dalam penyelesaian sengketa melalui pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di tingkat desa/kelurahan menjadi langkah penting dalam memperluas akses keadilan. Menurutnya, Kepala Desa/Lurah yang menjadi garda terdepan pelayanan publik memiliki peran kunci dalam mewujudkan access to justice berbasis masyarakat.
“Kepala Desa/Lurah dapat membantu mengupayakan penyelesaian permasalahan secara lebih humanis dan kolaboratif, dengan mengedepankan kebutuhan, hak, dan martabat masyarakat—people centered justice. Kegiatan Peacemaker Training yang telah kami lakukan merupakan bekal penting bagi mereka dalam menangani persoalan hukum nonlitigasi,” ujar Supratman dalam kegiatan Peacemaker Justice Award 2025, di Graha Pengayoman, Jakarta. Rabu 26 – 11 – 2025.
Abdul Wahab menyampaikan bahwa penghargaan bergengsi ini, termasuk Piala PJA dan Gelar Non Akademik (NL.P) yang ia terima, pada hakikatnya adalah buah dari kerja sama dan kesadaran hukum seluruh elemen masyarakat Desa Bonda.
”Penghargaan ini bukan hanya milik saya pribadi atau perangkat desa. Ini adalah milik seluruh warga Desa Bonda. Predikat ‘Nubhawa Sasana Jagadditha’ yang diberikan Kementerian Hukum RI adalah pengakuan atas komitmen kita bersama untuk hidup dalam damai, menyelesaikan masalah dengan musyawarah, dan menaati hukum demi kemajuan desa,” ujar Abdul Wahab dengan haru.
Abdul Wahab secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada beberapa pihak yang dinilai krusial dalam pencapaian ini, Kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju dan Provinsi Sulawesi Barat, Kepada Kementerian Hukum RI serta Kantor Wilayah Kemenkum Sulbar, Kepada Seluruh Warga Desa Bonda, dan terkhusus kepada keluarga baik orang tua maupun istri yang telah memberikan dukungan.
Keberhasilan Desa Bonda ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dan seluruh Indonesia, menunjukkan bahwa sinergi antara kesadaran hukum dan pembangunan ekonomi adalah kunci untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis dan sejahtera. @ Texan Yosafa

