Wantaranews.com – Mamuju
Kepala Desa Bonda, Abd Wahab, akhirnya buka suara terkait pemberitaan yang viral di salah satu media online Tempur.id dengan judul “Total Rp4,73 Miliar! Anggaran Berulang & Ratusan Juta Tiap Tahun, Dana Desa Bonda Diduga Bermasalah, Warga Desak Penyelidikan!”
Abd Wahab dengan tegas menyatakan bahwa pemberitaan tersebut sangat keliru, tidak sesuai dengan keadaan yang ada di lapangan, dan tendensius.
“Saya menganggap berita yang dimuat di media Tempur.id itu sangat keliru dan tidak sesuai dengan fakta. Yang paling saya sesalkan, tidak pernah ada klarifikasi atau konfirmasi kepada saya sebagai Kepala Desa sebelum berita itu ditayangkan,” tegas Abd Wahab kepada awak media, Kamis (9/10/2026).
Menurutnya, prinsip dasar jurnalistik adalah cover both side dan verifikasi. Seharusnya media menjadi edukasi bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan kegaduhan dan fitnah di tengah warga.
“Harusnya teman-teman media bisa mengedukasi bagaimana menjadi Media dan Wartawan yang profesional. Jangan hanya mengejar klik dengan judul bombastis tapi mengorbankan kebenaran,” ujarnya.
Abd Wahab menjelaskan, seluruh penggunaan Dana Desa Bonda setiap tahunnya telah melalui mekanisme musyawarah desa, perencanaan yang transparan, pengawasan dari BPD, pendamping desa, hingga pemeriksaan dari Inspektorat. Semua laporan pertanggungjawaban juga tersedia dan dapat diakses sesuai prosedur.
Terkait tudingan anggaran berulang dan ratusan juta yang diduga bermasalah, ia membantah keras. Ia menyebut angka Rp4,73 Miliar yang disebutkan adalah akumulasi total anggaran selama beberapa tahun, bukan dalam satu tahun anggaran, sehingga penggiringan opininya menjadi sangat menyesatkan.
“Kalau ditotal selama 5 tahun ya memang besar. Tapi itu untuk pembangunan, pemberdayaan, BLT, dan operasional desa. Bukan seperti yang dituduhkan seolah-olah anggaran itu hilang atau bermasalah,” jelasnya.
Atas pemberitaan tersebut, Abd Wahab secara resmi meminta Hak Jawabnya dipenuhi.
“Saya hanya meminta agar Hak Jawab saya dimuat paling lambat 1×24 jam. Itu sebagai bentuk hak saya yang wajib diberikan ruang untuk menjawab segala tudingan yang berkaitan dengan diri saya,” tegasnya.
Ia berharap, dengan adanya klarifikasi ini masyarakat Desa Bonda tidak mudah terprovokasi dan tetap mempercayakan proses pembangunan desa yang selama ini berjalan kondusif.
Ia juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapapun, termasuk media dan warga, yang ingin melihat langsung dokumen dan realisasi fisik Dana Desa Bonda di kantor desa.
“Silahkan datang, kita buka semua data. Jangan menghakimi hanya dari satu pemberitaan yang belum terverifikasi,” tutupnya. ( ty ).

