Korban yang di temukan di dusun Dato Desa Sampaga kini identitas terungkap

News TNI & POLRI

Wantaranews.com – Mamuju

Warga di kawasan Pantai Dato, Dusun Dato, Desa Sampaga, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki pada Jumat (18/9/2026) siang.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak memancing sekitar pukul 12.00 Wita. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak mengenakan pakaian dan berada di kawasan pantai.

Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada warga setempat dan diteruskan kepada aparat kepolisian. Kapolsek Sampaga, IPDA Hariadi, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban memiliki ciri-ciri kulit agak gelap, tinggi badan sekitar 150 sentimeter, serta rambut ikal yang mulai menipis pada bagian depan.

Pada tubuh korban juga ditemukan sejumlah kondisi fisik, di antaranya kulit yang mulai mengalami lecet di beberapa bagian. Selain itu, terlihat adanya darah pada bagian telinga dan mata.

Meski demikian, aparat belum dapat memastikan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan penyebab kematian. Kepastian mengenai penyebab meninggalnya korban masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

Informasi mengenai penemuan mayat awalnya disampaikan oleh warga yang menemukan korban kepada Muhtar, salah seorang warga Dusun Dato. Informasi tersebut kemudian diteruskan oleh Kepala Dusun Dato kepada Bhabinkamtibmas Desa Sampaga.

Petugas bersama warga selanjutnya melakukan proses evakuasi. Sekitar pukul 14.30 Wita, jenazah dievakuasi dengan cara ditandu dari lokasi penemuan menuju Dusun Dato.

Setelah itu, jenazah dijemput menggunakan ambulans dan dibawa ke Puskesmas Tarailu untuk menjalani pemeriksaan.

Sekitar pukul 16.45 Wita, pihak keluarga tiba dan melakukan identifikasi. Dari hasil identifikasi keluarga, jenazah diketahui bernama Putu Suardana (46), warga Dusun Persada, Desa Toabo, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju.

Menurut keterangan keluarga, Putu Suardana telah mengalami gangguan kejiwaan selama puluhan tahun. Keluarga juga menyebut korban beberapa kali meninggalkan rumah dan tidak kembali selama beberapa hari.

Setelah mengetahui identitas korban, pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan tindakan autopsi terhadap jenazah. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh pihak keluarga.

Setelah proses identifikasi dan administrasi selesai, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Dusun Persada, Desa Toabo, Kecamatan Papalang, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Sementara itu, terkait penyebab pasti kematian Putu Suardana, belum terdapat keterangan yang dapat memastikan penyebabnya. Aparat masih melakukan penanganan sesuai prosedur dan mengumpulkan informasi terkait penemuan tersebut. Jenasah korban di makam oleh pihak keluarga. ( ty ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *