Penolakan Revitalisasi Tambak Oleh Warga Pesisir  

Pemerintahan

Wantaranews.com – Indramayu

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengundang sejumlah pihak untuk melakukan audiensi. Pihak yang diundang di antaranya Muspida, Ketua DPRD, Komisi II, beberapa instansi, serta Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi).

Dalam audiensi tersebut dibahas revitalisasi tambak Pantura yang belum menemukan titik temu. Kompi juga berencana menyampaikan aspirasi jilid 2 dalam jumlah besar pada Kamis, 30 April 2026.

Usai audiensi pada Selasa sore, 28 April 2026 yang berlangsung di Pendopo Indramayu, Koordinator Umum Kompi, Hatta, menyampaikan hasil pertemuan. Ia menyebut pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan yang diharapkan.

Kompi menginginkan Bupati Lucky Hakim mencabut nota kesepahaman (MoU) terkait proyek strategis nasional tersebut. Namun, hingga pertemuan berakhir, tuntutan tersebut belum dipenuhi.

“Belum menemukan kesepakatan bersama namun pihak Kompi tetap akan melakukan aksi dalam jumlah besar pada Kamis 30 April 2026,” kata Hatta.

Dalam pertemuan itu, Bupati Lucky Hakim juga menyampaikan sejumlah upaya yang akan dilakukan. Upaya tersebut di antaranya melalui komunikasi dan bersurat ke DPR RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Perhutani.

Ia menegaskan komunikasi harus tetap berjalan meski hasilnya belum dapat dipastikan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencari solusi bersama.

“Meski tidak menjamin upaya bersurat harus tetap dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data terkini, Kompi menyoroti lahan garapan petambak seluas 2.264 hektare. Lahan tersebut berada di kawasan Perhutani dan tanah timbul di empat kecamatan.

Empat kecamatan tersebut meliputi Pasekan, Cantigi, Losarang, dan Kandanghaur. Kompi menolak revitalisasi tambak udang menjadi budidaya ikan nila.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *