Wantaranews.com – Mamuju
Pedang pengumpul durian di Dusun Sampulotu Desa Pasapa Kecamatan Tobada Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat, turut merasakan dampak penurunan hasil panen pada musim durian tahun ini.
Dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah buah yang dihasilkan mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Para pengumpul mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya produksi. Hujan yang datang tidak sesuai musim serta kurangnya intensitas sinar matahari membuat banyak bunga durian tidak berkembang secara optimal.
Buahnya tidak sebanyak tahun lalu, banyak yang rontok sebelum matang,” ujar salah satu petani di Desa Pasapa.
Meski hasil panen menurun, para pedagang pengumpul tetap bersyukur karena masih ada durian yang bisa dipanen dan dijual.
Mereka memanfaatkan hasil yang ada untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, meskipun pendapatan tidak sebesar sebelumnya.
Menurut salah seorang pedagang pengumpul atas nama Bernadus Boby, mengatakan bahwa walaupun keterbatasan stok membuat harga durian di pasaran relatif stabil, bahkan cenderung sedikit meningkat. Hal ini memberikan sedikit keuntungan bagi Pengumpul meski jumlah produksi menurun.
Para pedagang pengumpul berharap ke depan kondisi cuaca kembali normal sehingga hasil panen durian bisa meningkat. Mereka juga mulai berupaya melakukan perawatan lebih intensif terhadap pohon durian, agar kualitas dan kuantitas buah dapat kembali seperti tahun-tahun sebelumnya.
Dengan semangat dan rasa syukur, pedagang pengumpul Desa Pasapa tetap menjalani musim durian tahun ini dengan penuh harapan akan hasil yang lebih baik di masa mendatang. Tutup. Boby Rerung.
( * ).


