264 views

Ditanya Terkait Vaksin, Oknum Anggota Kodim 0509/Kab Bekasi Benturkan Masyarakat

Sosial Budaya

 

wantaranews.com – Cikarang Pusat

Vaksinasi adalah program pemerintah untuk menlindungi masyarakat dari Virus corona, apalah jadinya progam tersebut bila di lakukan asal – asalan dengan dalih banyak masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi, sebagaimana yang dialami LS seorang ibu rumah tangga yang nama tercatat dalam Aplikasi Peduli Lindungi padahal dirinya belum pernah di vaksin. Hal tersebut membuat LS kesulitan untuk mengikuti program vaksin karena beberapa kali di tolak oleh petugas vaksin dan hingga kini tidak dapat melakukan vaksin ke dua.  

Kejadian itu di ketahui LS saat akan melakukan vaksinasi ke satu di puskesmas Setiamekar pada  tanggal 21 – 12 – 2021 lalu, sebab pada saat akan dilakukan input data, pihak puskesmas menyatakan bahwa data vaksin pertama LS sudah terimput di aplikasi Peduli Lindungi berdasarkan data – data suntik Vaksin di Kodim 0509/Kab Bekasi pada tanggal 1-11-2021 menggunakan vaksin Sinovac dengan nomor ponsel yang bukan miliknya sedangkan saat itu LS disuntik vaksin Pizer sehingga data suntik vaksin ke satu yang dilakukan di Puskesmas tersebut tidak dapat di input menggunakan nomor ponsel milik LS sebelum data vaksin yang terdaftar di Kodim 0509/Kab Bekasi dihapus terlebih dahulu sebab vaksin yang disuntikan kepadanya saat itu berbeda.

Dengan nada terkejut ia memprotes ke petugas vaksin mengatakan “saya belum pernah di vaksin dimana – mana,” ucapnya.

Karena sudah terlanjur di suntik dan datanya telah terimput di aplikasi Peduli Lindungi,  maka petugas vaksin memberikan kartu vaksin kepada LS  dan menyarakan  LS untuk melapor ke Peduli Lindungi agar data -datanya di hapus, maka LS melaporkan permasalahan tersebut ke Peduli Lindungi melalui email dan mendapat balasan yang menyatakan bahwa data – data yang dilaporkan sudah dihapus.

Permasalahan kembali muncul manakala LS akan melakukan vaksinasi ke dua di gerai vaksin Polres Metro Bekasi Kota tepatnya di alun alun Kota Bekasi, setelah lama mengantri LS ditolak  karena data nya masih tercatat di Kodim 0509/Kab. Bekasi dengan vaksin sinovac sedangkan di kartu vaksin miliknya tercatat disuntik vaksin Pizer. Petugas tersebut menyarakan LS mendatangi Kodim 0509/Kab Bekasi untuk meminta data vaksin yang terimput dalam program vaksin Kodim 0509/Kab Bekasi agar dihapus karena dirinya tidak pernah mengikuti program vaksin yang dilaksanakan oleh Kodim 0509/Kab Bekasi pada tanggal 1-11-2021 sebab jika data  yang tercatat dalam program vaksin Kodim 0509/Kab Bekasi tersebut tidak dihapus maka LS tidak dapat melakukan vaksin dimanapun diseluruh Indonesia, terang petugas vaksin. 

Dengan muka lesu dan kecxewa LS menerima penjelasan petugas vaksin dan kembali dengan sia – sia padahal Ia sudah mengantri cukup lama untuk mendapatkan vaksin ke dua yang menjadi persyaratan untuk beraktifitas sehari – hari di masa pandemi covid – 19.  

Ketika  suami LS (ES-red) mendatangi  Kodim 0509/Kab Bekasi Selasa (26-4-2022) mendapat perlakuan tidak baik dari oknum petugas Kodim 0509/Kab Bekasi karena dibenturkan dengan empat warga sipil yang terkesan memojokkan.

Kejadian tidak mengenakkan tersebut berlangsung sejak ES di pos jaga, meski tyelah mencedriterakan maksud dan tujuan kedatanggannya petugas piket tidak menyuruh untuk mengisi buku tamu, namun di arahakan ke tempat juru bayar dan di terima oleh seorang anggota yang mengaku sebagai petugas menginput data peserta vakin di Kodim 0509/Kab. Bekasi dan menyatakan “pada tanggal 1-11-2021 di Kodim tidak ada vaksinasi dan pada tanggal segitu, itu di lakukan di Koramil – Koramil jadi bapak tanya ke Koramil dan itu bukan kesini.”  Ketika ES meminta solusi agar data vaksin yang terdaftar di Kodim tersebut dihapus, dijawab “ya… ngak bisa pak, dan itu juga bukan kita yang melakukan karena kita pernah melakukan vaksinasi pada tanggal segitu,” jawabnya.

Ketika diminta untuk mempertemukan dengan petugas yang dapat memberikan penjelasan lebih rinci, petugas tersebut menelpon komandan nya yang juga tidak memperkenalkan dan diri langsung bertanya, “ada apa ini” ? kemudian meminta data – data diri ES dan data istrinya LS untuk di data dan di foto oleh anggota lainnya yang sambil marah -marah berlalu meninggalkan ruangan juru bayar.  

Saat sedang berargumen terkait solusi cara menghapus data vaksin tersebut, sekoyong – koyong datang seseorang  petugas lainnya tanpa basa – basi langsung memotong pembicaraan seraya berkata bahwa apa yang dialami LS merupakan hal yang biasa terjadi di Indonesia karena  IT di Indonesia ini seperti itu, menurtnya hal tersebut terjadi karena ada dugaan masyarakat menggunkan dokumen LS serta bermacam alsan lainnya.

Ketika perdebatan semakin panas petugas tersebut melirik teman ES yang berpakaian berlogo PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) seraya betanya kepada ES “abang darimana” ? dijawa ES “dari Bekasi” ditanya “wartawan mana” ?  “Wartawan Wantara” jawab ES. Sang petugas langsung menghubungi seseorang dengan video call (panggilan vidio) dan bertanya apakah mengenal ES seraya meminta orang tersebut datang ke Kodim. Ketika ditanya identitasnya, petugas tersebut mengaku sebagai anggota Intel Kodim 0509/Kab Bekasi.

Selanjutnya ES dan temannya diajak keruangan Intel dan dipertemukan dengan  orang yang dihubungi lewat video call yang bersama tiga orang  warga sipil lainnya. Keempat warga sipil yang tidak jelas identitasnya tersebut berupaya menjelaskan terkait vaksinasi dan kenapa hal tersebut bisa terjadi seraya berkata “hal itu biasa karena ini Indonesia,”  ucap salah satu orang  dan di ikuti oleh oknum yang mengaku intel kodim.

Tak ingin suasana beruba menjadi keributan dengan warga sipil tersebut, ES meminta solusi penyelesaian permasalahan penghapusan data vaksin kepada petugas intel tersebut di jawab “kita terima terima aduan dan kita akan lapor, naum unmtuk menghapus kita tidak bisa,” jawabnya.

Tak puas dengan juawaban petrugas tersebut ES berkata “berarti vaksinasi yang dialkukan Kodim 0509/Kab Bekasi saya duga dilakukan asal – asalan, patut diduga hanya sebuah pencitraan untuk mendukung pemerintah, dan beritanya akan saya rilis dimedia saya,” Sala seorang dari empat warga sipil yang diundang petugas Intel tersebut menjawab, “ngak apa -apa itu bang, naikin aja,” ucapnya sambil melirik kepa petugas intel tyersebut.

Selanjutnya ES meminta ijin menfoto petugas Intel tersebut untuk dijadikan dokumen berita, dan dijawab “silahkan” ! (NUEL/ES)    

Leave a Reply