Momen ini sangat langka Seekor Anak Elang Jawa Menetas di TNGHS Bogor

Breaking News

wantaranews.com – jakarta

Seekor anak Elang Jawa berhasil menetas di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ), kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Loji, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Kepala Balai TNGHS Ahmad Munawir menjelaskan, momen langka itu terjadi setelah telur hasil perkawinan pasangan “Rama” dan “Dygtha” dierami selama kurang lebih 50 hari.

“Elang jawa hanya mengalami satu kali masa berkembang biak dalam dua tahun. Jumlah telurnya pun hanya satu, sehingga secara alami tingkat populasinya rendah,” ujar Kepala Balai TNGHS dalam keterangan resmi yang diterima Wantaranews.com pada Senin (14/3/2022).

Menurut Ahmad, proses pengeraman telur oleh induk Elang Jawa hingga menetas terus dipantau terus-menerus selama 24 jam dengan kamera CCTV di kandang rehabilitasi.

Berdasarkan data dari monitoring kamera CCTV tersebut, telur terpantau berada di sarang pada 20 Januari 2022 dan menetas pada 11 Maret 2022.

“Masa pengeraman merupakan proses penting dalam siklus hidup burung pemangsa atau raptor untuk keberlanjutan spesiesnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, pasangan Elang Jawa “Rama” (Jantan) dan “Dygtha” (Betina) diserahkan oleh petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur kepada pengelola pengelola PSSEJ pada 27 Oktober 2018.

PSSEJ yang dikelola oleh Balai TNGHS, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), lanjutnya, adalah lembaga konservasi khusus yang memiliki peran penting didalam pelaksanaan rehabilitasi dan pelepasliaran elang di Pulau Jawa.

“Lahirnya anak Elang Jawa itu tentunya menambah populasi burung langka yang dilindungi di TNGHS. Dalam ekosistem sendiri, elang jawa mempunyai peranan yang sangat penting yaitu sebagai top predator suatu kawasan hutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem,” jelasnya.

Ahmad menambahkan, saat ini Rama dan Dygtha kompak menjaga dan merawat secara bergantian anaknya yang belum diberikan nama.

Dygtha sang induk terlihat rutin memberikan makan dan menghangatkan anaknya pada jam-jam tertentu.

“Semoga bayi kecil itu dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sampai dengan dewasa, sehingga salah satu upaya yang bisa dilakukan selanjutnya adalah melalui kegiatan pelepasliaran satwa yang telah direhabilitasi,” tandasnya.M-gilangNawawi

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *