Menteri Komunikasi MenJajaki Peluang Pengembangan Teknologi Digital Terbaru di Indonesia

Breaking News

wantaranews.com – jakarta

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, menjajaki peluang pengembangan kemitraan penerapan teknologi digital terbaru di Indonesia dengan sejumlah negara.

Hal itu dilakukan ketika menghadiri Mobile World Congress (MWC) 2022 yang diselenggarakan Global System for Mobile Communications Association (GSMA) di Spanyol pada 28 Februari hingga 1 Maret 2022 lalu.

“Menkominfo beserta jajaran menghadiri Mobile World Congress 2022. Dalam kesempatan tersebut, telah dilakukan beberapa kegiatan,” jelas Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi saat memberikan keterangan mengenai Kunjungan Kerja Menkominfo ke Eropa, dari Media Center Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat (11/3/2022).

Jubir Kementerian Kominfo menyatakan Menteri Johnny memberikan keynote speech dalam Ministerial Program dengan tema “Strategies for Energising the Data Economy”.

“Menkominfo juga berbicara terkait peningkatan volume data global, urgensi Green Data Center dan pentingnya Cross Border Data Flow serta Data Free-Flow With Trust, yang juga menjadi salah satu isu prioritas Digital Economy Working Group (DEWG) di bawah kepemimpinan Kementerian Kominfo dalam Presidensi G20 Indonesia,” jelasnya.

Selanjutnya, Menteri Johnny melakukan pertemuan bilateral dengan perwakilan menteri bidang teknologi informasi dan komunikasi. Menurut Dedy Permadi, Menkominfo membahas kerja sama bidang TIK dengan Menteri Sains dan TIK Korea Selatan, Lim Hyesook.

“Kedua negara membicarakan soal penggelaran jaringan 5G, akses internet pada MRT/Subway, kandidasi perwakilan masing-masing negara pada jajaran manajemen ITU, hingga pembahasan isu prioritas DEWG G20 Indonesia,” ungkapnya.

Jubir Kementerian Kominfo menyatakan, Menkominfo juga melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri untuk Koordinasi Kebijakan Luar Negeri Jepang, Yuji Sasaki. Menurutnya, kedua negara memfokuskan pembahasan untuk dukungan dalam kandidasi jajaran manajemen International Telecommunication Union (ITU).

“Delegasi Jepang mengajukan nama Seizo Onoe sebagai kandidat Director of the Telecommunications Standardization Bureau (ITU),” jelasnya.

Selanjutnya, Menteri Johnny membahas pengembangan teknologi Open Radio Access Network (OpenRAN) di Indonesia dengan Delegasi Federal Communnications Commision (FCC) Amerika Serikat.

“Pada kesempatan itu, dilanjutkan dengan menyaksikan penandatanganan kerja sama teknologi untuk pengembangan OpenRAN di Indonesia antara Telkom University dan Telecom Infra Project (TIP) Academy,” tutur Dedy Permadi.

Jubir Dedy Permadi mengatakan Menkominfo juga menghadiri pertemuan dengan CEO perusahaan teknologi global antara lain Huawei, ZTE, Axiata, serta Ericsson untuk membahas pengembangan teknologi 5G yang sudah mulai diimplementasikan di Indonesia.

Mewakili Menkominfo dalam konferensi pers, Jubir Kementerian Kominfo Dedy Permadi menyatakan, Indonesia kini tengah mengembangkan adopsi teknologi terapan yang paling efisien, efektif, dan cocok bagi Indonesia.

“Seperti teknologi OpenRAN sebagai arsitektur jaringan yang mengadopsi konsep open interface dan memisahkan komponen hardware dan software untuk mewujudkan teknologi seluler yang terbuka dan efisien baik dari sisi investasi (CAPEX) maupun operasi (OPEX),” jelasnya.

Dalam rangkaian kunjungan kerja di Mobile World Conggress, Barcelona, Spanyol, Menteri Johnny juga menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Telkom University dan Telecom Infra Project (TIP) untuk riset dan uji coba teknologi OpenRAN di Indonesia.

“Penandatangan itu diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan juga partisipasi vendor untuk menambah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) perangkat 4G dan 5G,” ujar Dedy Permadi.

Menurut Jubir Kementerian Kominfo Dedy Permadi, saat ini Kementerian Kominfo menerapkan adopsi kebijakan teknologi netral dalam pengembangan ekosistem telekomunikasi nasional.

“Menyambut pengembangan teknologi yang lebih efisien, Kementerian Kominfo mengadopsi kebijakan teknologi netral untuk membebaskan operator seluler dalam utilisasi jaringan konektivitas untuk mengembangkan ekosistem teknologi dan layanan komunikasi yang prima di Indonesia,”

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *