Cegah Kekerasan Seksual terhadap Anak

Breaking News

wantaranews.com – jakarta

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus memperkuat peran perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM), yang tersebar diberbagai penjuru Indonesia, dalam melakukan deteksi dini dan edukasi pencegahan terjadinya kekerasan seksual terhadap anak.

Asisten Deputi Pelayanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Kemen PPPA, Robert Parlindungan Sitinjak, mengatakan orang tua atau pihak yang bertanggung jawab sebagai pengasuh pengganti orangtua juga sangat penting meningkatkan upaya pencegahan dan pengawasan anak dari kekerasan, karena merupakan sosok yang dekat dengan anak.

“Maka interaksi dan pola asuh sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Keterbukaan dengan anak merupakan salah satu kunci keberhasilan komunikasi sehingga orang tua dan pengasuh pengganti dapat mengedukasi kepada anak,” ujarnya pada Kamis (10/3/2022).

Robert mengungkapkan, sistem informasi online perlindungan perempuan dan anak (Simfoni PPA) menunjukkan adanya tren peningkatan yang cukup besar dalam pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sejak 2019, yaitu dari 8.854 menjadi 10.247 kasus kekerasan terhadap perempuan, dan dari 11.057 menjadi 14.517 kasus kekerasan terhadap anak pada 2021.

“Fakta dari data Simfoni PPA mengungkapkan satu pelaku dapat melakukan kekerasan kepada lebih dari satu korban. Pelaku kekerasan kebanyakan merupakan orang terdekat korban, bahkan tempat kejadian paling banyak terlaporkan adalah di rumah tangga atau di lingkungan dimana korban bertempat tinggal,” jelasnya.

Menurut Robert, kesadaran masyarakat yang mulai berani dan percaya untuk membuat laporan pengaduan kepada layanan pengaduan memerlukan komitmen penegakan hukum untuk memberikan keadilan pada korban sesuai peraturan yang berlaku dan menerapkan hukuman maksimal.

“Masyarakat memiliki andil dalam upaya melindungi anak, sehingga jika melihat hal mencurigakan; atau apabila masyarakat melihat, mendengar atau mengetahui sendiri terjadi kekerasan terhadap anak dan perempuan, segera kontak respon cepat ke Nomor 129 SAPA atau pesan whatsapp 08-111-129-129,

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *