Gubernur Jatim Apresiasi Regenerasi Tim serta Keberhasilan Operasi Kembar Siam Anaya Inaya

Breaking News

wantaranews.com – surabaya

Tim dokter RSUD Dr Soetomo Surabaya berhasil memisahkan balita kembar dempet dada perut Anaya Rizka Ramadhani dan Inaya Rizka Ramadhani asal Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Anaya dan Inaya menjadi balita kembar siam ke-114 yang berhasil dipisahkan dalam proses operasi yang dilakukan Tim Kembar Siam RSUD dr Soetomo Surabaya.

Dipimpin dr Adria Hariastawa SpBA operasi pemisahan selama 8 jam 30 menit itu melibatkan 50 orang tim dokter. Baik dokter bedah anak, dokter bedah jantung thorax dan kardiovaskuler, serta dokter bedah plastik.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi keberhasilan operasi ini. Termasuk keberhasilan RSUD dr Soetomo meregenerasi Tim Dokter Kembar Siam dalam operasi tersebut.

Sejumlah dokter yang tergolong muda terlibat dalam operasi kembar siam itu, mengingat mulai banyak dokter senior di tim kembar siam yang sudah pensiun.

Khofifah menyampaikan apresiasi atas keberhasilan operasi itu ketika menengok kondisi Anaya-Inaya pascaoperasi pemisahan di RSUD Dr Soetomo, Kamis (17/2/2022) sore.

Setiba di rumah sakit, Khofifah segera menuju gedung pusat bedah terpadu dan menyapa kedua orang tua Anaya-Inaya, yakni Husniati dan Muhammad Jupri.

“Terima kasih perhatiannya Ibu Khofifah, menyempatkan diri untuk menjenguk kedua anak kami. Dan terima kasih atas dukungan Pemprov Jatim dalam pemisahan anak kami,” kata Husniati.

Proses operasi Anaya dan Inaya sudah dimulai sejak 2019 saat usia mereka baru empat bulan karena pandemi COVID-19, operasi pemisahan itu baru bisa dilakukan pada 2022 ini.

Khofifah memberi semangat dan dukungan moral kepada Husniati maupun Mohammad Jupri agar pemulihan Anaya dan Inaya pasca operasi berjalan lancar.

“Semoga lancar semua proses pemulihan Annaya dan Innaya, Bapak Ibu harus terus semangat,” kata Khofifah.

Balita kembar siam itu adalah pasien rujukan dari RSUD dr R. Soedjono Selong, Lombok Timur. Kembar Siam ini jenis Xypho-Omphalogpagus (terdapat penyatuan pada xyphoid dan daerah omphalo/pusar).

Kondisi Anaya-Inaya pascaoperasi dinyatakan stabil. Sebelumnya, setelah operasi pemisahan tuntas, kedua balita itu masih memakai alat bantu pernapasan.

Pada Rabu (16/2/2022) pagi, alat itu sudah dilepas dan saat ini pernapasan keduanya sudah benar-benar stabil tinggal proses pemulihan luka operasi.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas profesionalisme tim dokter RSUD Dr Soetomo dalam menangani kasus kembar siam ini,” ujar Khofifah.

Khofifah berharap kondisi Anaya dan Inaya bisa segera membaik. Dia juga meminta doa agar keduanya bisa segera pulih dan kembali ke tengah pelukan keluarga dengan sehat wal afiat.

“Mohon doa semuanya, semoga balita Annaya dan Innaya bisa kembali ke tengah pelukan keluarga dengan sehat wal afiat dan tumbuh jadi anak yang cantik dan cerdas. Aamiin,” ujarnya.

Di luar itu, Khofifah juga mengapresiasi upaya RSUD Dr Soetomo yang sedang menjalankan program mentoring bagi rumah sakit yang mumpuni secara kapasitas dan alat untuk melayani operasi kembar siam.

“Mentoring juga sedang dilakukan ke sejumlah rumah sakit lain, kita harapkan upaya tersebut akan mendatangkan kemanfaatan yang lebih besar

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *