Baru Diresmikan, Menteri PUPR Minta Drainase Bypass Balige Diperhatikan

Breaking News

wantaranews.com – jakarta

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan infrastruktur Bypass Balige akan meningkatkan aksesibilitas jaringan infrastruktur di Kabupaten Toba, Sumatra Utara (Sumut). Dengan begitu, infrastruktur ini akan memberikan pelayanan optimal pada masyarakat yang berada di sekitar daerah itu. 

Pelayanan yang dimaksud adalah memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan, juga kenyamanan perjalanan pengendara. Dampaknya,  akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan sekitar, yang semakin berkembang dengan kebangkitan sektor pariwisata. 

“Dengan dibangunnya, jalan Silangit – Balige – Parapat atau sebaliknya akan semakin lancar. Jalan Bypass ini akan memicu perkembangan penggunaan lahan di wilayah tersebut. Cepat atau lambat di sepanjang jalan ini akan berkembang penggunaan lahannya, baik itu kawasan permukimannya atau kegiatan perekonomian. Jadi tolong agar dikendalikan perkembangan wilayahnya supaya tidak rusak lingkungan sekitar. Pengaturannya harus sesuai tata ruang kota,” kata Menteri Basuki melalui siaran pers yang diterima pada Rabu (2/2/2022). 

Menteri Basuki berpesan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut, kendati Jalan Bypass Balige sudah diresmikan tetapi tetap diperhatikan sistem drainasenya. Menurut Menteri Basuki, keberadaan drainase jalan sangat penting untuk menghindari terjadinya genangan dan memperpanjang usia layanan jalan. 

“Saya kira badan jalan bypass ini perkerasannya sudah bagus. Mungkin ada beberapa sistem drainase yang perlu diperbaiki, supaya air lancar masuk ke saluran, karena musuh jalan itu hanya tiga, yakni air, air, dan air,” tutur Menteri Basuki. 

Pembangunan Jalan Bypass Balige memenuhi harapan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir untuk mengurangi beban lalu lintas di dalam Kota Balige, selanjutnya dikerjakan oleh Kementerian PUPR melalui BBPJN Sumut, Ditjen Bina Marga. Menteri Basuki mengapresiasi proses pembangunannya yang merupakan contoh baik kolaborasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah. Penyediaan lahan oleh Pemkab Toba dan pekerjaan fisik Kementerian PUPR. 

Pembangunan Bypass Balige menggunakan anggaran APBN senilai Rp176,6 miliar yang dikerjakan secara bertahap sejak 2017-2021. Lingkup pekerjaannya meliputi pembangunan ruas jalan sesuai standar nasional lebar bahu jalan 7,8 meter dan bahu jalan 2 meter serta pembangunan 4 jembatan sepanjang 97 meter yakni Jembatan Aek Halian (30 meter), Jembatan Aek Bolon (25 meter), Jembatan Sopo Surung (35 meter), dan Jembatan Aek Hinalang berupa box culvert sepanjang 7 meter. Dalam proses pembangunan juga dilakukan penanganan longsor sepanjang 105 meter. 

Bupati Toba Poltak Sitorus menyampaikan ucapan terima kasih atas dibangunnya Jalan Bypass Balige yang sudah membantu kelancaran lalu lintas di Toba. “Harapannya kita sama-sama memelihara dan ke depan kami akan upayakan penerangan serta penataan di kawasan ini sesuai dengan tata kota,” kata Bupati Toba

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *