Berbagai Kalangan Desak KPK Pidanakan Penerima Dana Dugaan Korupsi Rahmat Effendi

Korupsi Pemerintahan

Wantaranew.com – Kota Bekasi 

Politisi Partai Ummat mendesak KPK untuk menelusuri aliran dana korupsi diduga dari Wali Kota Rahmat Effendi ke perorangan dan organisasi.

Ketua Partai Ummat Kota Bekasi, Ir. H. Supriyadi, mengemukakan pengakuan Ketua DPRD Kota Bekasi Chairohman J. Putro menerima uang ratusan juta rupiah dari Rahmat Effendi menjadi jalan bagi KPK untuk menelusuri hingga detil aliran dana korupsi politisi Golkar tersebut.

“Saya menduga aliran uang korupsi itu mengalir sampai jauh, termasuk ke ormas dan parpol. Karenanya, KPK harus obyektif, teliti betul dan bertaring dalam mengusutnya,” ujar Supriyadi, kemarin.

Dia meminta KPK harus menyeret ke pengadilan orang-orang, yang menerima dana korupsi.

“Pengembalian uang ke KPK tidak menghilangkan unsur pidananya,” cetusnya.

Dia mengingatkan bila penerima adalah pejabat publik, termasuk yang duduk di legislatif maka dapat disangkakan menerima gratifikasi atau uang suap.
Dalam konteks itu, dia meminta KPK mengumumkan secara transparan pihak-pihak penerima dana korupsi Mantan Walikota Bekasi tersebut.

“Jadi jangan cuma lurah atau camat, tetapi umumkan juga individu-individu lain di jabatan publik, yang menerima dana itu,” tegasnya.

Seperti diketahui Chairohman seusai jalani pemeriksaan di KPK pada Selasa, 25 Januari 2022, mengakui menerima aliran uang dari Mantan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.
Chairohman mengatakan, telah mengembalikan uang itu ke KPK. Dia mengembalikan setelah Rahmat Effendi dicokok dalam operasi tangkap tangan pada Rabu, 5 Januari 2022.

“Tanggal 17 Januari dikembalikan,” kata dia di depan Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 25 Januari 2022 lalu.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu mengatakan tak tahu tujuan pemberian uang tersebut. Dia mengatakan uang diberikan secara tidak langsung oleh Rahmat Effendi.

“Diberikan sambil lalu,” tutur dia.
Awalnya, kata dia, juga tak tahu jumlah uang diberikan. Dia baru mengetahui jumlah uang adalah Rp 200 juta, setelah dihitung oleh petugas KPK. “Mereka menyebut segitu,” ucap dia.

Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan Chairohman diperiksa sebagai saksi untuk Rahmat. Dia mengatakan penyidik mencecar Rahmat mengenai anggaran untuk berbagai proyek di Pemerintah Kota Bekasi. Rahmat juga ditanya soal dugaan aliran uang pelaksanaan sejumlah proyek.

“Aliran uang itu untuk berbagai pihak termasuk mengalir ke tersangka RE,”Jelasnya.

Sementara di tempat yang lain Zumrowi yang juga Ceo dari berbagai media di Kota Bekasi mengamini permintaan dari ketua Partai Ummat tersebut sebab menurutnya semua untuk keterbukaan Publik dan terutama sekali untuk keberlangsungannya pemerintahan yang bersih dari segala bentuk Korupsi.

“Untuk keterbukaan informasi publik dan juga untuk penyelengaraan pemerintahan yang jauh dari perbuatan Korupsi sebab Korupsi sudah membuat senegaranya kehidupan Rakyat,” tandasnya. @ red/amn

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *