75 views
NEWS

Tingkatkan Sektor Kesehatan Digital, Kominfo Himpun Masukan dari Industri

wantaranews.com-jakarta

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghimpun masukan dari kalangan industri untuk meningkatkan kinerja sektor kesehatan digital.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate, mengatakan masukan ini berasal dari acara forum Ekonomi Digital yang digelar Kominfo secara berkala.

“Untuk itu, kita lakukan masukannya. Kebetulan kami meminta masukan bersama lingkungan industrinya dan kita sama-sama tahu bahwa digital ekonomi kita bertumbuh pesat,” ujar Menkominfo dalam acara Forum Ekonomi Digital III di Jakarta pada Selasa (30/11/2021).

Menurut Menkominfo, pihaknya dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono segera menindaklanjuti masukan tersebut dengan diskusi yang lebih mendetil.

Harapannya, kata dia, berbagai tindakan tindakan kuratif, preventif, promotif, rehabilitatif terkait sektor pelayanan kesehatan nasional bisa diatasi dengan memanfaatkan infrastruktur digital dan ruang digital.

“Ini sejalan dengan Presiden, di samping membangun infrastruktur yang luas. Kita juga mengisi hilirisasinya (downstream-nya) untuk dimanfaatkan,” imbuh dia.

Lebih lanjut Menkominfo menjelaskan, sektor ekonomi digital pada tahun ini memiliki potensi perkembangan sangat besar, yakni sekitar US$70 miliar atau sekitar Rp1.000 trilliun.

Sektor ini diproyeksikan tumbuh sampai dengan US$146 miliar (sekitar Rp2.100 triliun) pada 2025, termasuk di dalamnya layanan kesehatan elektronik (electronik health).

“Sehingga kita perlu melakukan pertemuan untuk mendapat masukan dari industri, agar kebijakan yang diambil itu memang berpihak pada pengembangan industri termasuk industri elektronik health dalam rangka peningkatan pelayanan pada masyarakat,” jelas dia.

Menkominfo juga mengatakan, kemajuan elektronik health tumbuh atau berkembangnya sejalan dengan penggelaran teknologi informasi dan publikasi.

Dia mencontohkan pada akhir 2020 lalu, masih terdapat kekurangan sekitar 3.126 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) yang belum tersedia layanan akses internet di Indonesia.

Masalah tersebut, lanjut dia, bisa teratasi hanya dalam waktu tiga bulan dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis satelit.

“Dalam waktu 3 bulan, sekitar Oktober, November, Desember, itu disediakan semuanya dengan memanfaatkan satelit,” kata dia.

Selain itu, Menkominfo menuturkan, teknologi informasi juga menjadi penyokong upaya bersama dalam mengatasi pandemi COVID-19.

Teknologi digital ini dipergunakan mulai dari pendataan masyarakat, tracking dan tracing-nya, hingga vaksinasi.

“Dengan tersedianya infrastruktur TIK, maka seluruh perangkat aplikasinya bagi pedulilindungi, PCare, maupun SiLacak dan aplikasi lainnya dari Kementerian Kesehatan semuanya bisa kita layani dengan baik,” tutur dia.

(Foto: AYH/Humas Kominfo).

Leave a Reply

Your email address will not be published.