MAPHP: Pembangunan Proyek Peningkatan Jalan Megang Sakti – Dangku Diduga Bermasalah

Breaking News

wantaranews.com – Musi Rawas

CV Indo Artha Persada sebagai Kontraktor yang mengerjakan proyek peningkatan jalan antara Megangsakti – Dangko diduga proyek jalan tersebut rendah kwalitas akibat kurangnya pengawasan dari PU BM Kabupaten Musi Rawas Minggu (14/11/2021).

Diduga proses pengerjaannya asal – asalan, mulai volume yang saat ini banyak dipertanyakan oleh berbagai pihak.

Di bahu jalan terlihat jelas akan adanya retakan diberbagai titik. Bahkan seperti yang dikatakan salah satu warga bahwa, permukaan jalan lapisan pertama sebelum dicor yang masih ada rumputnya langsung dituangkan cor yang dibawa oleh truk-truk molen.

“Itu pak sebelumnya masih ada rumput disebagian tempat, tapi langsung dicor orang itu yang begawe jalan, jadi wajarlah kalau retak-retak seperti itu,” Ucap warga tersebut menyampaikan.

Sependapat dengan warga Hotler Situmorang, Ketua DPD MAPHP juga mengatakan kwalitas Pengerjaan proyek jalan patut dipertanyakan. Utamanya volume campuran adukan yang diduga kurang material semen, dan proses pengerjaannya terkesan asal – asalan ditambah plang proyek yang tidak terpasang menunjukkan ada ketidak transparanan mengenai anggaran bahkan volume jalan tersebut.ucapnya

Lanjut Hotler “Ini kita pertanyakan kwalitasnya, sebab pengecoran yang sudah berjalan seminggu yang lalu sudah terlihat retak-retak. Kita duga ini akibat dari perbandingan campuran yang tidak sesuai standar. Anehnya kita temukan ranting kayu, rumput, hingga adanya temuan daun sawit jelas ada keteledoran” Ujar Hotler

Lanjut Hotler mengatakan,” Kita juga menyoroti tentang pembesian yang tidak tersambung tidak saling mengikat dan membuat kurangnya kekuatan bahu jalan untuk menahan beban kendaraan yang melintas ,” Kata Hotler

Dan dalam waktu dekat MAPHP akan mendesak Dinas PU BM dan mempertanyakan kinerja pengawasannya terhadap proyek tersebut.

Saat WANTARA mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada Hartono yang menjabat sebagai pengawas pengerjaan proyek lewat telepon. Dia mengatakan bahwa, pengecoran yang pertama masih tahap uji coba dan masih ada tahap selanjutnya.”Tapi kalau lebih jelasnya untuk konfirmasi langsung saja kekantor, kebetulan bosnya tidak ada dilapangan, “Ucap Hartono diujung telepon.

Sementara pihak Kontraktor CV. Indo Artha Persada saat WANTARA mencoba mengkonfirmasi melalui perwakilannya Anton via WhatsApp 08536833×××× terkait hal ini tidak bisa di konfirmasi hingga berita ini dinaikkan belum memberikan pernyataan ataupun jawaban.( Binsar Siadari)

Leave a Reply