160 views
Hukum

Pembangunan Proyek Jalan Dusun Sidomulyo Diduga  Asal Jadi

wantaranews.com – Musi Rawas

Kurangnya pengawasan dari Dinas pembangunan jalan Dusun Sidomulyo RT 03 yang tanpa plang proyek di desa Wonosari, Kecamatan Megangsakti Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan ini, banyak permasalahan dalam pengerjaannya.

Dipermukaan badan jalan terlihat jelas ada banyak ditemukan campuran semen yang bercampur sampah dan kayu-kayu kecil juga retakan-retakan disana sini. Anehnya lagi disebagian tempat yang sudah selesai dicor dapat di garuk hanya dengan menggunakan jari tangan, menunjukkan bangunan ini ada pengurangan bahan materialnya terutama semen.

Diduga Pengecoran jalan yang tanpa melalui proses pemadatan atau pengerasan mengakibatkan antara coran dan permukaan jalan sebelumnya terlihat seperti kue lapis yang tidak saling menyatu seperti balokan panjang yang ditimpakan diatas permukaan jalan hingga membuat banyak terlihat rongga-rongga dibawahnya.

Di duga Kontraktor melakukan pengecoran tanpa besi itu juga sangat jelas terlihat adanya batu-batu besar yang ditimbun dengan coran.

Hal ini diduga untuk mengurangi volume coran hingga menambah banyaknya penyelewengan akibat kurangnya pengawasan dari Dinas terkait. Ditambah lagi pengadukan semennya yang menggunakan molen kecil yang biasanya memakai truk molen besar seperti pada umumnya

Bahkan salah satu warga setempat berinisial (M) kepada Wantara juga mengatakan,” Kemarin itu ada sebanyak empat truk batu gunung diturunkan disitu dan sekarang tidak ada lagi, berarti itulah mungkin yang dicampurkan kejalan itu seperti yang Bapak lihat tadi,” ujar warga tersebut menyampaikan. Dan meminta kepada Wantara untuk tidak menyebutkan namanya.

Sedangkan Mustakim salah satu warga lainnya yang rumahnya persis menghadap ke jalan tersebut mengatakan, ” Waktu sebelum dicor dikasi batu dulu ada yang besar ada yang kecil batunya saya lihat Mas. Tapi disitu selesai disebar batunya cuma diratakan begitu saja secara manual langsung dicor.

Makanya ini banyak bolong-bolong dibawah coran karena belum padat itu tadi batu yang diserak ,”Kata Mustakim

Sementara itu Niko Napitupulu dari MAPHP yang menjabat sebagai Bendahara DPD Sumsel juga mengomentari ,” Melihat fakta dilapangan sangat banyak teknis pengerjaannya yang bermasalah karena tidak adanya pengawasan dari Pihak terkait. Mulai penemuan adanya bagian bangunan yang retak, rongga-rongga dibawah pengecoran akibat penyerakan batu yang hampir bersamaan dengan pengecoran seperti keterangan warga.

Ditambah lagi adanya batu besar yang dimasukkan didalam coran membuat kwalitas bangunan dan usia bangunan tidak akan bertahan lama,”Ujar Niko

Sampai berita ini di turunkan pihak Dinas Terkait tidak dapat dikonfirmasi.Binsar

Leave a Reply

Your email address will not be published.