191 views
Hukum

Sat Res Narkoba Polres Labuhanbatu Tangkap Pengedar Sabu Labura

wantaranews.com – Labuhanbatu

Seorang pengedar narkoba jenis sabu di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu, Sabtu (30/10/2021).

Informasi yang berhasil dihimpun dari pihak kepolisian Polres Labuhanbatu, pelaku berinisial S alias Hendri (43) Warga Jalan Tanjung Sari III Lingkungan II B Kelurahan Aek Kanopan Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labura.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, melalui Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu menyampaikan, ditangkapnya pengedar narkoba jenis sabu-sabu ini sudah menjadi target oleh pihak Satreskoba Polres Labuhanbatu.

“Pelaku kita amankan di PT Perkebunan PTPN III Mambang Muda Desa Kampung Banjar Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labura, tepatnya di dalam kebun kelapa sawit,” jelas Kasat saat dikonfirmasi, Minggu (31/10/2021).

Menurutnya, penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyampaikan bahwa adanya peredaran gelap narkoba jenis sabu-sabu di areal PTPN III Perkebunan Mambang Muda. Ia pun memerintahkan Kanit Idik I untuk melakukan penindakan.

Perintah tersebut segera ditindaklanjuti oleh personil Satnarkoba dengan melakukan undercover buy, yaitu memesan narkoba jenis sabu kepada tersangka.

“Saat tersangka datang mengantarkan narkoba jenis sabu tersebut, petugas langsung melakukan penangkapan,” ujarnya.

Dari penangkapan ini, petugas berhasil mengamankan 1 bungkus plastik klip transparan berisi kristal putih diduga narkotika jenis sabu seberat 5,02 bruto, 1 unit timbangan elektrik dan handphone android Samsung warna hitam.

Di hadapan petugas, tersangka yang merupakan ayah dari tiga orang anak ini menerangkan mendapatkan sabu dari seseorang berinisial N.

“Untuk terduga N, sampai saat ini masih kita lakukan pencarian,” sebutnya.

Kasat juga bilang, bahwa tersangka juga mengaku sudah pernah dipidana dalam kasus yang sama (Residivis) pada tahun 2014 dengan vonis 4 tahun penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubusona Rantauprapat.

“Katanya desakan kebutuhan hidup keluarga. Mengaku mendapat keuntungan Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per gramnya,” ungkap Kasat. (zulkarnain)

Leave a Reply

Your email address will not be published.