0 0
Read Time:2 Minute, 0 Second

wantaranews.com – Musi Rawas

Pembangunan pompa air untuk sawah tadah hujan yang berada di Dusun V Desa Wonosari Kecamatan Megangsakti Kabupaten Musirawas Sumsel, Kamis (28/10) diduga menelan anggaran ratusan juta rupiah tidak jelas siapa Penanggungjawabnya

Seperti informasi sebagian sumber yang mengatakan bahwa sumber dana tersebut berasal dari Dinas Pertanian kabupaten Musi Rawas. Yang dana tersebut untuk pengadaan pompa air dan irigasi pendukung untuk memompa air dari sungai sekitar pompa saat musim kemarau tiba.

Saat Binsar Siadari selaku Sekjen DPD MAPHP Sumsel menelusuri langsung kelapangan, terlihat dilokasi ada sebuah bangunan yang berukuran 2×2.5 meter yang menurut informasi untuk tempat mesin pompa dan saluran irigasi sepanjang 30 meteran. “Ucapnya

Masih Menurut Binsar Jika melihat dari fisik bangunan ini dengan anggaran 200 juta rupiah sangatlah tidak mungkin dan tidak wajar, Apalagi adanya satu pipa induk yang persis disamping bangunan, seharusnya dicor justru cuma ditempelkan dengan tanah merah begitu saja.

Di tempat terpisah Seperti keterangan salah satu warga kepada WANTARA yang berinisial (HS) mengatakan bahwa, proyek ini cukup besar indikasi korupsinya. Bahkan anggaran dan pengerjaannya banyak yang ditutup-tutupi.

“Anggaran yang Kami dengar itu dua ratus juta Pak, Kami juga merasa heran soal tidak adanya ketransparanan soal anggaran biaya pembangunannya, membuat Kami menduga adanya ketidakberesan soal proyek ini. Seperti yang Bapak-bapak lihat sendiri disini sekarang. Tapi untuk lebih jelasnya coba Bapak tanyakan langsung kepada Ketua kelompok taninya Mas Pardi, yang juga merupakan Kadus setempat,”Ungkap HS

Lebih lanjut warga ini mengatakan, “Kadus Pardi juga merangkap sebagai Ketua Kelompok Tani di wilayah ini. Secara fungsi dan tugasnya adalah orang yang bertanggungjawab mengetahui segala bentuk bangunan terutama yang hubungannya dengan kelompok tani yang dipimpinnya,” lanjutnya menambahkan.

Ketika di konfirmasi untuk menyajikan berita berimbang WANTRA menanyakan perihal ini kepada Kadus Pardi yang juga Ketua kelompok tani. Akan tetapi yang bersangkutan mengatakan bahwa dia tidak mengetahui sama sekali. “Ucap Pardi

Masih Menurut Pardi “Saya benar tidak mengetahui proyek yang Bapak sampaikan, dimana tempatnya dan berapa itu anggarannya, Kalaupun saya mengetahui sesudah ada video yang dikirim oleh teman saya soal keberadaan proyek ini,”Ucapnya

Saat WANTARA mencoba mengkonfirmasi kepada Kaur Pembangunan dan Kepala Desa lewat Sekdesnya mengatakan hal yang sama,dengan peryataan Pardi.

“Kami tidak tahu siapa pengelola, baik sumber dana ataupun berapa anggarannya, untuk lebih jelasnya coba Bapak bertanya ke Kadus Pardi sebagai Ketua Kelompok Tani ditempat itu,”Ujar sekdes Acip Nugroho sembari mengatakan bahwa Kades sedang tidak ada di kantor.

 

( Virgo Simanjuntak)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *