0 0
Read Time:1 Minute, 16 Second

wantaranews.com – Indramayu

Warga Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, kini bisa bernafas lega. Kekhawatiran akan bahaya rob dan abrasi tidak lagi dirasakan setelah pembangunan breakwater atau pemecah ombak di kawasan Pantai Dadap.

Tasiroh, warga setempat mengatakan, selama ini ia dan warga lainnya mengaku khawatir saat air pasang atau rob. Sebab tak jarang akibat tingginya ombak masuk hingga ke rumah warga.

“Sedih dan khawatir kan sering banjir. Sekarang alhamdulillah sudah surut dan lebih aman lah kita,” ujar

Breakwater di Desa Dadap dibangun sepanjang 1,8 kilometer dengan total anggaran senilai Rp57 miliar. Diperkirakan, proses pembangunan akan tuntas pada November mendatang.

Kepala Desa Dadap, Asyriqin, mengatakan, abrasi pantai di kawasan tersebut sangat tinggi. Setiap tahun setidaknya 25 meter daratan terkikis oleh ombak Laut Jawa tersebut.

“Tiga tahun saya menjabat kepala desa, sudah 75 meter daratan yang tergerus air. Jadi di depan breakwater itu, tadinya daratan,” ujar Asyriqin sambil menunjukan bekas daratan.

Ia mengaku sangat senang dan merasa terbantu atas pembangunan breakwater oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS CC) tersebut.

Sementara itu, Bupati Indramayu, Nina Agustina Da’i Bachtiar berharap, breakwater yang telah dibangun agar benar-benar dapat melindungi warga dan pantai. Upaya perlindungan tersebut akan terus dilakukan di sepanjang pantai di wilayah Kabupaten Indramayu.

“Pantai kita sangat panjang dan perlu semuanya dijaga dan dilindungi dari bencana banjir rob atau pun abrasi. Insya Allah kita akan terus upayakan sampai semuanya tuntas,” ujar orang nomor satu Indramayu itu saat meninjaupembangunan breakwater di Pantai Dadap Kecamatan Juntinyuat, Sabtu (18/09/21) yang lalu. (Nanang)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *