0 0
Read Time:2 Minute, 13 Second

wantaranews.comJakarta

Presiden Joko Widodo meluncurkan 300 ribu Paket Obat Isolasi Mandiri (Isoman) gratis bagi masyarakat yang terinfeksi virus COVID-19 di Istana Negara, Jakarta pada Kamis (15/7/2021).

Paket obat yang pertama tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang melakukan Isoman di Pulau Jawa dan Bali.

Selanjutnya, pemerintah juga akan membagikan Paket Obat Isoman kepada 300 ribu masyarakat yang berada di luar Jawa dan Bali. Secara bertahap pemerintah akan memberikan paket obat tersebut kepada masyarakat yang menderita penyakit tersebut.

“Pemerintah mulai hari ini akan segera membagikan paket vitamin dan obat untuk masyarat yang melakukan Isoman gratis di wilayah-wilayah yang beresiko,” ujar Presiden Joko Widodo melalui siaran virtual yang ditayangkan oleh Sekretariat Presiden (Setpres).

Paket obat yang diberikan oleh pemerintah tersebut, untuk dipergunakan selama tujuh hari atau satu pekan. Sehingga, dapat membuat masyarakat Isoman yang terinfeksi COVID-19 dapat berangsur-angsur membaik dalam beberapa waktu ke depan setelah mengkonsumsi paket itu.

“Paket obat yang bagikan masing-masing untuk 7 hari,” tuturnya.

Terdapat tiga jenis paket yang akan dibagikan oleh pemerintah yakni pertama berisi paket vitamin yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berbukti terinfeksi COVID-19 dengan menunjukkan tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Masyarakat yang menerima ini masuk dengan kategori orang tanpa gejala (OTG).

Kedua, paket yang berisi vitamin dan obat bagi masyarakat yang berbukti terinfeksi COVID-19 dengan menunjukkan tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Masyarakat yang menerima ini masuk dengan kategori bergejala seperti keluhan demam dan hilang Indra penciuman.

Ketiga, paket yang berisi vitamin dan obat bagi masyarakat yang berbukti terinfeksi COVID-19 dengan menunjukkan tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Masyarakat yang menerima ini masuk dengan kategori bergejala seperti keluhan panas dan batuk kering.

Semua paket obat dan vitamin yang diberikan oleh pemerintah akan didasari oleh resep dokter pada tingkat Puskesmas. Sehingga, khasiatnya dapat memulihkan penderita COVID-19 seperti sedia kala.

“Paket ini juga membutuhkan konsultasi dan resep dari dokter di Puskesmas,” tuturnya.

Adanya paket tersebut, Presiden menjamin tidak akan menggangu pasokan obat-obatan untuk pemulihan COVID-19. Pasokan obat yang diberikan kepada masyarakat tersebut berasal dari pasokan yang disediakan oleh instansi pemerintah terkait.

“Ketiga paket obat ini tidak diperjualbelikan. Pasokannya disiapkan oleh Menteri BUMN yang di produksi oleh perusahaan BUMN,” imbuhnya.

Mekanisme penyalurannya, akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari mulai pemerintah pusat hingga komunitas. Agar, pemberian paket obat yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Keterlibatan Panglima TNI, Pemerintah Daerah, Polri, Pengurus RW, dan Pengurus RT. Dengan begitu, pengawasan penyaluran obat akan semakin ketat, dampaknya paket yang diberikan akan memberi manfaat bagi masyarakat yang menerimanya.

“Saya minta agar dilakukan pengawasan yang ketat di lapangan agar program ini betul-betul bisa mengurangi risiko karena COVID-19 dan membantu pengobatan warga yang menderita,” pungkasnya@Red

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *