1 0
Read Time:2 Minute, 7 Second

wantarnews.com – Kota Bekasi

Kepalala Dinas pendidikan Kota Bekasi Inayatullah beserta jajarannya melakukan audiensi dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bekasi di SDN MARGAHAYU V/XVIII, Bekasi 28 Juni 2021.

Audiensi yang juga dihadiri oleh Sekretaris PPID Dinas pendidikan kota Bekasi (krisman) dan beberapa kepala sekolah di Kota Bekasi, mereka membenarkan bahwa bantuan itu memang di dapat oleh beberapa sekolah tingkat SD, SMP sejak Tahun 2019 dan dibelanjakan pada Tahun 2020.

Dalam audiensi tersebut, GMNI mempertanyakan mengapa bantuan yang sudah berjalan satu Tahun lebih tidak direalisasikan. Padahal sudah jelas dalam Permendikbud No 31 Tahun 2019 mengatakan bahwa pemberian BOS Afirmasi bertujuan untuk membantu peningkatan mutu pembelajaran pada satuan pendidikan.

Ketika ditanyai hal itu, sekretaris PPID Dinas pendidikan Kota Bekasi Krisman malah mengatakan mari kita cari solusinya ya, “kita datang kesini kan untuk mencari solusi” ujar Krisman.

Kepala sekolah SMP Negeri 1 Kota Bekasi dalam audiensi tersebut turut berbicara bahwa di sekolah yang dia pimpin sebenarnya banyak siswa yang membutuhkan bantuan Tablet, dan sebenarnya dia ingin meminjamkan tablet itu ke siswa prioritas untuk dibawa pulang. Tetapi dia takut meminjamkannya karena takut hilang dan kepala sekolah yang akan disalahkan.

“Saya juga ingin meminjamkan tablet ini ke siswa-siswi saya, tapi saya takut tabletnya hilang. Dan kami dari pihak sekolah malah yang disalahkan, disisi lain juga kami takut ada kecemburuan jika semua siswa tidak mendapatkan tablet tersebut” ujar kepala sekolah SMP Negeri 1 Kota Bekasi.
Menanggapi hal tersebut, ketua Komisariat GMNI Ubhara Jaya yang sering disapa dengan panggilan Bung Chris, menyayangkan kurangnya pemahaman dari pihak Disdik Kota Bekasi dan pihak sekolah dalam memahami program bantuan kinerja dan afirmasi.

“Sudah jelas dalam Permendikbud bantuan Tablet diperuntukkan untuk siswa prioritas jadi kan ada kualifikasinya, lalu kenapa ada intrik-intrik takut ada kecemburuan”
Ia juga menambahkan mana yang lebih penting Kehilangan tablet atau menurunnya mutu belajar pendidikan kita “toh hari ini banyak sekolah diluar kota Bekasi yang meminjamkan tablet tersebut ke siswa, kami punya datanya” ujar Bung Chris dalam forum audiensi.

Adapun hasil dari audiensi yang dilakukan, Disdik Kota Bekasi berjanji akan segera merealisasikan Tablet tersebut dan akan mengevaluasi seluruh jajaranya.

Saat dimintai pendapat oleh awak media terkait langkah apa yang akan dilakukan GMNI kedepannya terkait hal ini.

Chris mengatakan “kami akan menunggu janji Disdik kota Bekasi, karena ini memang kewajiban mereka dan harusnya hal tersebut dilakukan dari awal tablet itu dibelanjakan” dan dalam waktu dekat ini kami akan laporkan hal ini ke ombudsman agar disikapi juga, tutup Chris.

Untuk informasi, anggaran belanja Tablet yang diperuntukkan di Kota Bekasi kurang lebih 7 Miliar untuk tingkat SD dan SMP. (RIS)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *