0 0
Read Time:2 Minute, 5 Second

wantaranews.com – Indramayu

Pascaca ledakan tengki minyak yang berdampak warga sekitar, kini terungkap bagaimana sebenarnya terjadi adanya ledakan dahsyat itu,

Ketua Forum Masyarakat Kecamatan Balongan FMKB Taufik Rachman “Bukan karena gemuruh petir terjadinya ledakan itu tapi ada rekayasa dibalik insiden itu hanya saja sekarang sudah penanganan mabes polri”, ungkap Taufik

“Awalnya ada bau minyak yang sangat menyengat lantas sore hari warga ramai ramai datangi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) bahkan sampai terjadi adanya lempar batu biar cepat ditindak dan ditangani, namun sepertinya dibiarkan bahkan pihak Pertamina meminta bantuan pihak Polsek setempat untuk membubarkan warga dan benar saja sekira pukul 01.15 terjadi ledakan dahsyat, Senin 29/03/2021

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono mengungkapkan, beberapa jam sebelum terjadinya kebakaran memang ada komplain dari warga. Hal itu terjadi pada pukul 23.00 WIB Minggu (28/3/2021).

“Dengan komplain itu kami lakukan tindakan jangan boleh mendekat, yang dari arah menuju kilang di tutup jalannya. Kebetulan yang terkena kemarin itu, (warga) yang pulang dari pengajian, arah dari kilang menuju pulang,” ujar dia dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (5/4/2021) dilansir dari kompas.com

Unit Manager Communication Relation CSR Pertamina RU VI Eko Kristiawan melalui Cecep Supriatna juga mempertegas kronologis kejadian yang sebenarnya “Secara internal langsung ditanggulangi didalam kilang, secara eksternal sudah dilakukan oleh sekurity utk dilakukan evakuasi.
Tidak ada kesengajaan dalam hal ini, dan sekarang sedang dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian”, jelasnya pada Wantaranews.com 30/04/2021

Sebelumnya, Polri menemukan adanya unsur pidana atas peristiwa kebakaran besar kilang minyak Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Hal ini diambil usai Polri melakukan gelar perkara atas kebakaran kilang minyak Balongan. Kini prosesnya naik ke tahap penyidikan.

“Kesimpulan dari gelar perkara tersebut adalah telah ditemukan adanya tindak pidana pada peristiwa tersebut sehingga perkara tersebut dinaikkan pada tahap penyidikan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/4/2021).

Menurut dia, ini menjadi hasil kesimpulan dari olah TKP yang menemukan sejumlah alat bukti. Pemeriksaan pun dilakukan di laboratorium forensik hingga pada tanggap 16 April 2021 lalu dilakukan gelar perkara.

“Karena penyidik menilai, melihat berdasarkan fakta dan bukti yang ada. Adanya kesalahan, adanya kealpaan, sehingga menimbulkan kebakaran atau ledakan. Ini sesuai dengan Pasal 188 KUHP,” jelas Rusdi.

Perkara tersebut telah dibuat laporan polisi dengan Nomor 147/IV/2021/Jabar/Polres Indramayu. Pemeriksaan sejumlah saksi pun telah dilakukan.

“Penyidik sekarang sedang bekerja, tentunya nanti perkembangan-perkembangan hasil penyidikan akan disampaikan kepada publik,” kata Rusdi.(Nanang)

Sumber liputan6.com

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *