2 0
Read Time:2 Minute, 39 Second

wantaranews.com – Taput

Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan memiliki rencana mendirikan sebuah Universitas Negeri di kawasan Tapanuli Utara yang bertujuan agar kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) meningkat.

“Yang namanya Jendela Peradaban dan jendela kehidupan untuk lebih maju tentu rumusnya tidak lain dan tidak bukan adalah pendidikan, bagaiamana SDM itu bisa maju, SDM itu berkualitas dan mampu bersaing,” ujar Bupati Taput Nikson Nababan Senin (7/6/2021).

“Kalau kita lihat peradaban dunia, negara-negara maju itu dimulai dari SDM. Jepang itu kalah perang, yang ditanya kaisarnya bukan berapa senjata yang sisa, tapi berapa jumlah guru yang tersisa. Itulah pentingnya pendidikan,” sambungnya.

Ia menegaskan bahwa perkembangan sebuah daerah dimulai dengan membenahi SDM.

“Semua kemajuan bangsa berawal dari SDM. Sekaitan dengan itu, saya bicara terkait Tapanuli Raya, yang tentu di dalamnya ada Tapanuli Utara. Kita ingin memajukan Tapanuli ini yang punya kaitan dengan ekonomi,” terangnya.

Sebuah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau Universitas Negeri itu diharapkan mampu menghasilkan SDM unggul dan berdaya saing saat berada di luar Taput.

“Dan, bila kita sudah mempersiapkan mereka dengan pendidikan di Tapanuli ini. Mereka sudah siap bersaing ke luar Tapanuli ini. Maka, kita harapkan hadirnya di sini Perguruan Tinggi Negeri yang sifatnya umum dan kita harapkan punya keahlian,” ungkapnya.

“Secara ekonomi itu penting, karena uang kita tak perlu keluar lagi. Kita tidak ekspor orang, kita tidak ekspor manusia produktif. Sehingga, perputaran uang bisa terjadi,” sambungnya.

Efek ke depan, para mahasiswa yang belajar di PTN yang baru tersebut dapat menjadi rekan untuk menganalisis beragam sektor di Kabupaten Tapanuli Utara dan kabupaten lain yang bertetangga yang kerap disebut sebagai Tapanuli Raya.

“Kemudian tugas perguruan tinggi ini akan melakukan analisis, penelitian, dan pengembangan. Kita harapkan juga akan mendongkrak SDM; bukan hanya SDM Formal tapi SDM yang bergerak di sektor informal juga,” ungkapnya.

Untuk rencana tersebut, pihak nya telah membuat analisis terpadu dengan menghadirkan dua tim penganalisis pendidikan yang memiliki kredibilitas.

“Kajiannya sudah kita buat melalui dua lembaga yang credible. Karena ada moratorium tidak boleh mendirikan Universitas Negeri baru, tapi mengalihkan yang ada, itu terbuka peluang. Maka IAKN ini mau bertransformasi untuk lebih baik; lebih umum dan menyerap SDM. Anak-anak kita enggak harus lagi ke luar,” sambungnya.

Ia yakin bahwa pendirian PTN baru tersebut akan memengaruhi sektor lain di kawasan tersebut.

“Kita harapkan orang lain yang datang kemari. Ini upaya kita untuk mengentaskan kemiskinan. Pendidikan ini multiplayer effect ke semua sektor. Investasi akan masuk juga secara masif, pariwisata domestik minimalnya bergerak. Sektor jasa pun akan bergerak masif,” ungkapnya

“Kita harapkan pihak Kementerian Agama dan pihak lain mau duduk bersama dan berdiskusi agar IAKN ini bisa dikelola Kemenristekdikti hingga akan lebih baik ke depannya,” terangnya.

Walaupun rencana pendirian PTN baru ini polemik, Nikson Nababan yakin bahwa SDM yang unggul akan membuat kawasan Tapanuli Utara akan maju.

“Kalaupun nanti namanya Untara, IAKN tidak akan hilang. Di Kemenristekdikti itu kan ada Fakultas Filsafat dan Agama, nanti IAKN ada di sana. Dalam satu fakultas ada beberapa jurusan, ini akan lebih kuat lagi yang punya relasi dengan denominasi gereja,” lanjutnya.

“Untuk mencapai sebuah peradaban yang baik dan maju, kita harus mengorbankan yang secara rasional sudah kita pertimbangkan. Sebab tujuannya agar hidup kita lebih baik. Ekonomi dan SDM nya akan bertumbuh dengan baik,” pungkasnya.
(Humas/Wilson).

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *