Utang kepada Kontraktor “Belum Dibayar Lunas” Pemkot Bekasi Luncurkan Rp.19 M Anggaran Proyek Kejari Bekasi

wantaranews.com – Kota Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi pada tahun 2018 lalu, mengalami tekanan keuangan, ngetopnya disebut TURBULENSI hingga hak mitra kerjanya dari kalangan kontraktor yang sudah selesai mengerjakan proyek pemerintah tersebut belum dibayar.

Sumber WANTARA mengatakan, besaran utang Pemkot Bekasi kepada pihak rekanan terkait dengan belanja barang/jasa Pemerintah Kota Bekasi, tahun anggaran 2018 ada berkisar Rp.300 miliar lebih.

Lebih jauh sumber itu mengungkapkan, kasus  tunda bayar oleh pihak Pemkot Bekasi kepada sejumlah kontraktor ada pihak yang diuntungkan. “Sejumlah kontraktor yang mengerjakan proyek Pemkot Bekasi tahun 2018 meminjam uang dari Bank Jabar Bekasi. Mereka bayar bunga. Bapak menurutku memahami hal itu,” katanya di Bekasi, Jumat (26/4) sembari melontarkan perkataan coba teman teman wartawan konfirmasinya pihak Pemkot Bekasi kapan pastinya dapat membayar utangnya secara pasti.

Di tempat terpisah Ketua Umum MAPHP (Masyarakat Peduli Hukum dan Pemerintahan) John W Sijabat saat dimintakan WANTARA komentarnya, terkait utang Pemkot Bekasi kepada sejumlah kontraktor di Bekasi, Senin  29/4) mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan penelusuran faktor apa sebenarnya sehingga Pemkot Bekasi memiliki utang kepada kontraktor. Apakah karena penetapan target pendapatan pada tahun 2018 lalu, terlalu besar atau karena jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah khususnya yang berkaitan dengan pos pos pendapatan kurang maksimal bekerja. “Tidak mudah menyimpulkan apa factor di balik terjadinya utang pihak Pemerintah Kota Bekasi tersebut. Karena semua kegiatan melalui kajian dan perencanaan yang matang. Untuk itu, kami akan melakukan penelusuran dan investigasi ke lapangan. Hasilnya kemudian kita kaji untuk mengetahui  faktor apa saja penyebab hingga terjadinya Pemkot Bekasi berutang hingga ratusan miliar rupiah,” ujarnya semabri melontarkan MAHPH saat ini belum dapat memberikan komentar lebih jauh  terkait  hal tersebut.

Gedung Kejaksaan

Disinggung tentang  proyeksi anggaran tahun 2019  untuk pembangunan gedung Kejaksaan Negeri Bekasi melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan sebesar Rp.17.802.723.120,- Jasa Konsultasi Perencanaan Teknis Pembangunan Gedung Kejaksaan Negeri Bekasi Rp.1.134.623.600,- Jasa Konsultasi Pengawasn Teknis Pembangunan Gedung Kejaksaan Negeri Bekasi, Rp.499.294.512,- Jasa Konsultasi UKL/UPL Pembangunan Gedung Kejaksaan Negeri Bekasi, Rp.409.244.900,-. Jasa Konsultasi ANDALIN Pembangunan Gedung Kejaksaan Negeri Bekasi, Rp.109.313.868,-  dijawab John W Sijabat dengan mengatakan, “bila proyeksi anggaran tersebut masuk dalam Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2019 tentu pihak Pemkot Bekasi melalui SKPD terkait berkewajiban untuk menjalankannya”.

Menurut Ketua Umum MAPHP ini, yang menjadi pertanyaan adalah  mengapa anggaran berkaitan dengan pembangunan gedung Kejaksaan Negeri Bekasi dengan total keseluruhan berkisar Rp.19 miliar lebih tersebut dapat lolos  menjadi Perda tentang APBD Tahun 2019. Lebih lagi jika kita amati bahwa kondisi gedung Kejari Bekasi itu, masih bagus dan Pemkot Bekasi tengah dililit utang, katanya.

Sementara Kepala Bagian Humas Pemkot Bekasi, Sajekti Rubiyah ketika  dikonfirmasi melalui WhatsApp Minggu (28/4), kapan Pemkot Bekasi secara pasti dapat membayar atau melunasi utangnya kepada pihak kontraktor ? dijawab, “Saya msh minta Data dr bpkad dulu bang”.

Namun berselang beberapa waktu kemudian, juga melalui WhatsApp Sajekti Rubiyah menginformasikan bahwa utang Pemkot Bekasi kini tinggal Rp.138.532.074.744,79,-.  Jumlah tunda bayar Rp.204 miliar dan sudah dibayar bekisar Rp.66 miliar.

Konfirmasi tertulis  redaksi WANTARA kepada Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Pemkot Bekasi, Dr. Dadang Ginanjar Samsupraja, M.AP, dan Kepala Inspektorat Widodo Indrjantoro, terkait alokasi anggaran  untuk kepentingan pembangunan gedung Kejari Bekasi sebesar Rp.19 miliar di tengah Pemkot Bekasi dililit utang kepada kontraktor hingga berita ini diturunkan belum dijawab. (RAMLI M). 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Facebook comments:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*