Pembuatan KIA di Kab Bekasi Diduga Jadi Ajang Bisnis

wantaranews.com – Kab Bekasi
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
( Disdukcapil ) Kabupaten Bekasi diduga tidak tegas dan tidak peka dengan maraknya pungli KIA yang tidak mendasar dilakukan oleh pihak Sekolah maupun Desa, yang melakukan kolektif di wilayah Kabupaten Bekasi sebagai ajang bisnis pemasukan gaji tambahan para oknum Guru Pendidik dan Staf Desa, dengan alasan agar orang tua murid di haruskan membuat Kartu Identitas Anak ( KIA ) sebagai syarat untuk mendaftar Sekolah.

Dengan maraknya pungli yang tidak mendasar pembuatan KIA yang di kolektip oleh pihak Sekolah maupun Staf Desa, hal ini dapat diduga sebagai ajang bisnis para oknum Guru Pendidik maupun Staf Desa yang menggiurka, agar dapat meraup keuntungan besar dengan cara melakukan kolektip pembuatan KIA sebagai bentuk pungli yang tidak mendasar, karena semua ini suatu pembiaran yang di lakukan oleh Kepala Dinas dan Kepala Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil
( Disdukcapil ) Kabupaten Bekasi.

Kepala Dinas dan Kabid
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
( Disdukcapil ) Kabupaten Bekasi dapat diduga ada persekongkolan dengan pihak pengolektif tentang pembuatan KIA tersebut, karena peraturan Pemeritah pembuatan Kartu Indentitas Anak Gratis.

Dengan maraknya pungli pembuatan Kartu Indetitas Anak ( KIA ), bahwa informasi yang di dapat oleh Wartawan dari orang Tua Murid yang namanya minta di lindung, bahwa di Sekolah PAUD, SD dan SMP telah banyak di lakukan oleh oknum Guru Pendidik dan juga Staf Desa yang melakukan bisnis KIA dijadikan Pungli, agar mendapatkan keuntungan besar dari orang tua murid, karena pembuatan KIA dilakukan kolektip dari Sekolahan maupun Desa agar pembuatan KIA dapat saling berbagi rejeki dari bisnis KIA tersebut,”ujar orang tua murid.

Narasumber sebagai orang tua murid mengatakan, Kami sebagai orang tua murid keberatan jika Guru Pendidik dan Staf Desa mematok harga pembuatan KIA sebesar Rp 50 sampai 100 ribu, kalau saja jumlah murid sebanyak 400 orang, ini sudah cukup lumayan untung nya buat gaji tambahan, karena pembuatan KIA sudah dapat di katakan sebagai ajang bisnis yang menggiurkan,”ungkap orang tua murid.

Saat Wartawan masuk ke salah satu SD yang ada di Kabupaten Bekasi menemui beberapa orang murid mengatakan, Kami disuruh bayar sama guru untuk membuat KIA, besarnya Rp,100 ribu,” ujar murid.

Saat Wartawan melakukan konfirmasi kepihak Sekolah SD yang melakukan pungutan pembuatan KIA mengatakan, bahwa mengenai pembuatan Kartu Indetitas Anak ( KIA ) sudah dikordinir di Desa dan juga Komite, saya selaku Kepala Sekolah tidak mengetahui adanya pungutan sebesar Rp,70.000 sampai Rp,100 ribu,” ujar Kepsek.

Kepsek SD yang namanya minta di lindungi mengatakan, ini semua sudah di koletif oleh desa dan kami tidak mengetahui hal ini, karena guru pendidik juga ada yang kerja di desa sebagai honorer, mungkin di desa yang melakukan pungutan tersebut, maaf saya sebagai Kepala Sekolah tidak mengintruksikan pungutan pembuatan KIA di sekolah,” ungkap Kepsek.

Dengan maraknya pungli yang di lakukan oleh oknum Guru Pendidik dan Staf Desa yang tidak mendasar melakukan pungutan pembuatan Kartu Indentitas Anak ( KIA ), hal ini diduga ada kerjasama dengan pihak Dinas Catatan Cipil untuk saling berbagi rejeki dari keuntunga pembuatan KIA yang di jadikan ajang bisinis oleh guru Pendidik maupun Staf Desa yang menggiurkan sebagai gaji tambahan.* (Tim )

Leave a Comment