Bangunan Diduga Tak Seuai SPEK dan Jadwal, Kabid Bangunan Dinas PUPR Diduga Lakukan Pembiaran

Kab Bekasi-wantaranews.com

Pemerintah Daerah telah mengalokasikan Dana APBD -TA. 2018 untuk melanjutkan Bangunan Unit Sekolah Baru SMPN 5 Cibitung dengan No SPK : 602.3 / F97-139 / SPP/ BGN /DPUPR / 2018, Nilai APBD -TA 2018 sebesar Rp, 6. 889. 888. 000, di Mulai
tanggal 14 September 2018 dan Selesai 12 Desember 2018.

Dikerjakan oleh PT. Total Cakra Alam, bahwa dapat diduga PT tersebut mencuri Volume dan tidak tepat Waktu yang ditentukan oleh Dinas PUPR dalam Surat Perjanjian Kontrak ( SPK ).

Bahwa lanjutan bangunan Unit Sekolah Baru ( USB ) SMPN 5 Cibitung yang berada di Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung tersebut dikerjakan oleh PT. Total Cakra Alam yang diduga telah bermasalah dari Spek yang ada serta Waktu yang ditentukan dalam Surat Perjanjian Kontrak (SPK) oleh Dinas PUPR, karena PT.Total Cakra Alam tidak dapat menyelasaikan dengan tepat waktu.

Dari pantauan Wartawan, bahwa bangunan Unit Sekolah Baru SMPN 5 Cibitung  tersebut diduga telah terjadi kesalahan yang di lakukan  Saat melaksanakan kegiatan Pembangunan, karena PT.Total Cakra Alam tidak Profesional mengerjakan Banguan SMPN 5 Cibitung yang di tentu oleh Dinas PUPR dalam Surat Perjanjian Kontrak (SPK).

Saat diminta tanggapan kepada John Wilson Sijabat, terkait Pembangunan Unit Sekolah Baru SMPN 5 Cibitung di Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung mengatakan, bahwa PT. Total Cakra Alam dapat diduga sudah menyalahi Spek / RAB yang ada serta mencuri Waktu yang ditentukan oleh Dinas PUPR karena masih saja di kerjakan pembangunan terebut,” ujar John.

John Wilson Sijabat menjelaskan, mengenai keterlambatan waktu yang di tentukan oleh pihak Dinas PUPR terkait Pembangunan Unit Sekolah Baru SMPN 5 Cibitung tersebut, sampai saat ini belum terselesaikan pembangunannya maka Dinas PUPR harus dapat menghentikan kegiatan tersebut, karena dalam Surat Perjanjian Kontrak (SPK) yang di tentukan oleh Dinas PUPR harus Selasai tanggal 12 Desember 2018, namun sampai saat ini masih saja di kerjakan di bulan Januari 2019, maka PT. Total Cakra Alam dapat di Black List oleh Dinas PUPR,” ujar John.

John Wilson Sijabat menegaskan, denga tidak terselesaikannya Bangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 5 Cibitung tersebut oleh PT.Total Cakra Alam dalam Surat Perjajian Kontrak seharusnya Selesai tanggal 12 Desember 2018, namun masih dikerjakan dibulan Januari 2019, maka dapat kami menduga bahwa PT. Total Cakra Alam ingin merampok uang rakyat bersama Dinas PUPR, kami dari Lembaga akan melayangkan surat ke  Inspektorat dan BPK agar dapat segera melakukan pemeriksaan terhadap PT. Total Cakra Alam yang mengerjakan Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) 5 Cibitung tersebut,” tegas John.

Masih kata John W. Sijabat, bahwa dirinya akan meminta kepada Inspektorat dan Plt.Kepala Dinas PUPR serta Sekertaris Dinas Iman Nugraha dan Kabid Bangunan Beni Sugiarto Prawiro agar dapat segera mengambil tindakan tegas terhadap PT. Total Cakra Alam, dan juga harus dapat di Black List jangan, sebab PT Total Cakra Alam tersebut tidak dapat menyelesaikan Bangunan yang di tentukan oleh Dinas PUPR, Jika PT. tersebut tidak di Black List, maka kami dapat menduga bahwa Dinas PUPR ada bermain dengan PT.Total Cakra Alam tersebut, untuk melakukan Persekongkolan mencari keuntungan agar dapat merampok uang rakyat.*
( Agus )

Leave a Comment