Pelantikan Prajurit Raider Batalyon Gabungan TNI AD Tahun 2018

Cilacap-wantara.com
Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI, ” Eko Margiyono telah memimpin penutupan Pendidikan pembentukan Raider Batalyon Gabungan TNI AD di lapangan Kesatrian Amirul Isnaeni Daun Lumbung Kelurahan Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap.

Penutupan acara tersebut hadir Komandan Jenderal
Kopassus Mayjen TNI, ” Eko Margiyono memimpin sebagai Inspektur upacara dan Mayjen TNI Wuryanto Staf Ahli Mabes TNI, Kolonel Inf Agustinus Dedi Danpusdiklatpassus, Kolonel Inf Dwi Lagan Asintel Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Martin SM Turnip Danrindam Kodam XII/ TPR, Kolonel Laut (P) Teguh Iman Wibowo Danlanal Cilacap, Kolonel Inf Tarsono Kodiklat TNI, Kolonel Kav Dani Wardana, S. Sos, MM Danrem 071/WK, Kolonel Inf Indra Heri Pussenif,Kolonel Inf Hardo Kodiklat, Letkol Inf Wahyo Yuniartoto S.E M.Tr (Han) Dandim 0703/Cilacap, Letkol Inf Toni Sri Hartanto Danyonif Raider 900/SBW, Letkol Erwan Susanto Danyonif Raider 200/BN, Letkol Inf Candra, S.E., M.I.Pol Danyon 405/SK, Letkon Czi Widya Kodam VI, Kompol Budi Kabagren Polres Cilacap, Kapten Cpm Tarjono Dansubdenpom IV/I, unsur Forkompimda Cilacap, unsur Forkompincam Cilacap Selatan, Kalapas II B Cilacap serta DPRD Kabupaten Cilacap.

Komandan Jenderal
Kopassus Mayjen TNI, ” Eko Margiyono menyapaikan sambutan mengatakan, bahwa upacara penutupan ini menandai berakhirnya masa 3 bulan pembentukan Raider bagi 750 Prajurit dari Batalyon Gabungan TNI AD yang dinyatakan lulus,”ujarnya.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, ia mengatakan, Raider merupakan Prajurit pilihan yang disiapkan untuk operasi khusus, meliputi Operasi Raid Penghancuran dan Raid Pembebasan Tawanan, Operasi Mobud ( Mobil Udara ), Operasi Lawan Gerilya dan Pertempuran Jarak Dekat, di segala bentuk medan dan cuaca,” ungkapnya.

Jenderal TNI Andika Perkasa, menjelaskan, bahwa tugas-tugas tersebut sejalan dengan peran satuan yang merupakan salah satu, satuan pemukul di bawah Komando dan Pengendalian tingkat Korem dalam mengawal kedaulatan NKRI, sehingga Prajurit Raider memiliki kemampuan dan keterampilan Jasmani di atas rata-rata, mulai dari berenang di laut hingga menembak,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Jenderal TNI Andika Perkasa, lingkungan strategis dan teknologi saat ini berkembang sangat dinamis yang berdampak pada semakin beratnya ancaman dan tantangan yang dihadapi oleh negara-negara di dunia dalam menjaga keamanan dan mempertahankan kedaulatan negaranya masing-masing,” pungkasnya.

Jenderal TNI Andika Perkasa, menegaskan, konsekuensinya adalah konsep peperangan juga ikut berkembang untuk menyesuaikan dengan hal tersebut, TNI AD terus berupaya mengembangkan organisasi, doktrin, Alutsista dan kemampuan satuan-satuannya, termasuk dalam hal program TNI AD yang akan meningkatkan kemampuan batalyon Reguler menjadi batalyon Raider,” tegasnya.

Masi kata Jenderal TNI Andika Perkasa, mari kita sadari bahwa konsekuensi menjadi Prajurit Raider sangat berat karena para prajurit harus siap dan mampu melaksanakan operasi di segala medan dan cuaca, oleh karena itu Motto Prajurit Raider Cepat, Senyap Tepat bukan hanya Slogan semata tapi harus diwujudkan,” kata Jenderal TNI Andika Perkasa.*
( Red )

Leave a Comment